BINTAN-ignnews.id – Jumlah korban yang mengalami diare masal di Kecamatan Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam diperkirakan lebih dari 100 orang. Demikian menurut data yang dihimpun awak media ini dari berbagai sumber, mulai dari layanan kesehatan hingga korban langsung yang tidak berobat langsung ke layanan kesehatan.
Sebanyak 74 orang dilaporkan berobat di layanan Instalasi Gawat Darurat (UGD) RSJKO Engku Haji Daud Tanjunguban mulai dari Sabtu (11/4/2026) malam hingga Senin (13/4/2026) pagi.
Wakil Direktur Pelayanan Medik, Deny Robbi Manel yang diwaancarai pada Senin (13/4/2026) mengatakan jumlah pasien terus mengalami penambahan setiap sesi layanan kesehatan.
“Kami masih terus melakukan pemeriksaan penyebab diare dan muntah-muntah tersebut, jumlah angkanya bertambah dari kemarin,” katanya
Sementara itu, sumber lain yaitu Kepala Puskesmas Teluksasah dokter Kurniawan yang dikonfirmasi membenarkan juga pihaknya menerima pasien diare dan muntah-muntah dalam kurun waktu dekat yaitu sebanyak 18 orang. Ia berharap tidak ada penambahan pasien yang datang dalam waktu mendatang.
Dari informasi yang beredar di media sosial, terlihat juga sejumlah informasi mengenai warga yang mengalami diare dan muntah-muntah, sebagian menunjukkan lokasi berobat di RSJKO Engku Haji Daud dan Puskesmas Mentigi Tanjunguban.
Pada informasi yang masuk ke awak media ini dari saluran pesan singkat Whatsapp dan saluran telepon serta wawancara langsung, didapati lebih dari 40 warga yang mengalami diare dan muntah-muntah yang tersebar di berbagai wilayah di Bintan Utara.
Sebagian besar korban diare tersebut tidak berobat ke layanan kesehatan dan hanya membeli obat di apotek dan toko obat untuk penyembuhan.
Seluruh korban yang mengalami diare dan muntah-muntah dalam kurun waktu Sabtu (11/4/2026) malam hingga Senin (13/4/2026) siang didapati histori yang sama yaitu makan di hajatan perkawinan di Tanjunguban pada Sabtu (11/4/2026) siang hingga malam. Namun terkait penyebab pasti diare dan muntah-muntah tersebut belum terkonfirmasi pasti.
Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan yang dikonfirmasi terkait kejadian tersebut juga terkesan lambat dalam mencari penyebab kejadian yang banyak menelan korban diare itu.
Retno Riswati, Kepala Dinas Kesehatan Bintan yang dikonfirmasi melalui pesan singkat terkait permasalahan dan penanganan diare masal tersebut mengatakan akan mengeluarkan pernyataan resmi.
“Selamat siang rekan-rekan media terkait dengan isu yang ditanyakan (diare masal), secara resmi akan dikeluarkan pernyataan dari dinkes Bintan,” jawabnya.
Namun hingga Senin (13/4/2026) petang, belum ada pernyataan dari Dinkes Bintan. (Aan)













