Bupati Cen Sui Lan, Usulkan Ke Pusat Agar Kabupaten Natuna Masuk Free Trade Zone

banner 120x600
Bupati Natuna Cen Sui Lan saat memberikan keterangan dengan sejumlah media diruang kerjanya

Ignnews.id, Natuna – Mengantisipasi kenaikan harga sejumlah barang secara meluas atau inflasi di wilayah Kabupaten Natuna, Bupati Cen Sui Lan telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi serta meminta Pemerintah Pusat untuk menjadikan Natuna masuk dalam pengembangan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPB-PB) atau Free Trade Zone (FTZ) di Kepri.

 

Hal ini diungkapkan Bupati Natuna Cen Sui Lan saat ditemui sejumlah media diruang kerjanya. Senin (31/8/2026).

 

Bupati Cen mendorong supaya percepatan FTZ menyeluruh khusus di wilayah Kabupaten Natuna, karena kondisi geografis Natuna sebagai wilayah kepulauan dengan rentang kendali yang jauh menjadi salah satu alasan perlunya perlakuan khusus. Sebagian besar kebutuhan masyarakat Natuna, masih harus didatangkan dari luar daerah.

 

“Dengan adanya fasilitas FTZ tidak hanya dapat dinikmati oleh pelaku investasi namun juga oleh masyarakat setempat. Ketidakpastian hukum para investor juga akan tereliminasi nantinya,”pintanya.

 

Saat ini kabupaten Natuna masih mengandalkan pasokan barang dari luar Natuna. Hal ini lah yang perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan dan komunikasi dengan pihak terkait. Pihaknya mengaku telah menghubungi pihak karantina untuk mencari solusi atas kendala distribusi barang ke daerah tersebut.

 

“Saya langsung menghubungi kanwil karantina provinsi juga ikut membantu supaya kita mendapatkan kuota. Supaya ada diskresi untuk daerah kepulauan,” kata Cen.

 

Cen menjelaskan, barang yang masuk ke Natuna pada dasarnya diperuntukkan bagi konsumsi masyarakat setempat. Jarak Natuna dari pusat distribusi membuat kebutuhan pokok masyarakat harus didatangkan dari daerah lain.

 

“Barang-barang memang untuk konsumsi masyarakat, bukan untuk dibawa keluar. Bagaimana mau dibawa keluar, orang kita terisolasi. Kita saja mendatangkan semua barang,” jelasnya.

 

Ia menilai masyarakat akan menjadi pihak yang paling terdampak apabila pemasukan barang dari luar daerah tidak berjalan lancar. Kondisi tersebut dinilai semakin berpengaruh terhadap harga produk yang didatangkan dari daerah luar.

 

“Kita khawatir masyarakat terdampak. Karena masyarakat harus mengeluarkan biaya dua kali lipat. Saya rasa ibu-ibu rumah tangga yang akan duluan ribut karena ini kebutuhan setiap hari,”ungkapnya.

 

Diharapkan ada penyelesaian terkait permasalahan ini, sehingga menghasilkan kebijakan yang memberikan kemudahan bagi daerah kepulauan, khususnya Natuna, sehingga distribusi barang tetap berjalan dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau. Laporan (Hardiansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *