Beranda Headline Cabe Setan Meroket Naik Sejak PPKM

Cabe Setan Meroket Naik Sejak PPKM

112
0
Cabe Setan yang meroket Naik sejak PPKM di Pasar Baru I Kota Tanjungpinang (foto istimewa)

ignnews.id,Tanjungpinang-Sejumlah warga Kota Tanjungpinang di wilayah Tanjungpinang Timur terpaksa merogoh kocek yang lebih besar jelang Hari Raya Idul Adha, sebab sejumlah barang komoditi mulai merangkak naik dan ditambah dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Weni seorang ibu rumah tangga ketika ditemui mengatakan, dirinya tidak menyangka akan mengalami kenaikan harga bahan pokok di pasar jelang Hari Raya Idul Adha akan datang.

“Semua bahan pokok mulai naik yang saya beli seperti cabe, bawang, sayur mayur, lauk pauk dan tomat dan lainya,” ucap Weni ketika mengatakan sambil hendak menyetir sepeda motornya.

Baca Juga:  Pusat Salurkan 2,4 Juta Bagi UKM Anambas

Selain itu, ia mengatakan dengan adanya PPKM ini mempersulit bagi masyarakat untuk bergerak dan mencari nafkah dan ia juga berharap dengan adanya PPKM diberlakukan, pemerintah memberikan solusi yang terbaik seperti bantuan kepada seluruh masyarakat yang berdampak PPKM.

“Kami siap ikuti peraturan PPKM tapi berikan kami bantuan. Tentu larangan diberlakukan dan pemerintah wajib persiapkan bantuan untuk kami,” cetus dia.

Sedangkan, Asnida sebagai salah satu pedagang di Pasar Baru I Tanjungpinang mengatakan, harga cabe dan bawang naik mencapai Rp 2 ribu perkilonya.

Baca Juga:  Pasien Viral Medsos Paguyuban Pasundan TPI Salurkan Bantuan

“Harga Cabai merah dan cabai rawit naik menjadi Rp 40 ribu dari harga Rp 38 ribu perkilo nya, sedangkan harga bawang naik dari harga Rp 18 ribu menjadi Rp 20 ribu perkilo” ucap Asnida ketika ditemui ignnews.id, kemarin.

Selain harga cabe merah dan cabe rawit, dan harga cabai setan juga naik, kenaikan cabe setan mencapai 10 ribu perkilo nya.

“Cabai setan yang naiknya tinggi, dari harga Rp 60 ribu sekarang menjadi Rp 70 ribu per kilonya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kabagops Polres Bintan Diganti

Kata dia, akibat terjadi lonjakan kenaikan sejumlah bahan komoditi yakni stock yang diterima terbatas dan telat datangnya.

“Penyebabnya karena barang dari batam, dan jarang masuk jadi ada kenaikan dari kita ambil stok,” ujarnya.

Dengan penerapan PPKM ini juga berdampak terhadap penjualan di Pasar Baru I Tanjungpinang dan pengunjung pasar pun sepi untuk belanja di pasar.

“Pembeli pun sepi karena PPKM dan diberlakukan swabtest bagi pengunjung jika tiba dipasar. Pastilah sangat menyulitkan kami sebagai pedagang,” ucapnya. (Fry)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here