IGNNews.id, Anambas-Semangat kebersamaan tampak nyata di kalangan nelayan Jongkong, Desa Sunggak, Kecamatan Jemaja Barat, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri mereka bergotong royong membuat Unjam atau Tuwasan, sarana utama penangkapan ikan untuk melaut di jarak dekat, sekitar 1 mil dari pesisir, Jumat (10/7/2026).
Ketua Kelompok Nelayan, Ruslan, mengapresiasi seluruh kelompok nelayan jongkong yang meluangkan waktu dan tenaga. Ia juga berterima kasih khusus kepada Toni, nelayan yang biasa melaut jauh, yang turut membantu mengangkut dan menempatkan sarana tersebut.
Namun Ruslan menegaskan, pembuatannya sangat memberatkan mereka akibat keterbatasan sarana. Hasil tangkapan pun sangat tidak menentu, terkadang mencapai 7 kilogram, namun tak jarang pulang kosong sepenuhnya.
“Inilah kenyataan kami menggantungkan hidup dari laut,” tegas Ruslan, kemarin.
Kelompok nelayan ini pun memohon perhatian serius dari Dinas Perikanan. Mereka sangat membutuhkan bantuan perlengkapan dasar seperti tali untuk unjam, tali pancing, dan mata pancing agar usaha menangkap ikan dapat berjalan lebih layak dan meringankan beban warga pesisir.
“Dalam berkelompok hanya beranggotakan sebanyak 15 orang. Nelayan yang ada di desa kami sudah ada yang menggunakan motor laut. Bagi yang tidak mampu beli motor laut maka kami mencari nafkah menggunakan jongkong,” ujar dia.
Sedangkan Hosnaini yang menjadi anggota kelompok nelayan jongkong memaparkan, sejauh ini kelompoknya belum dapat bantuan berupa yang pihaknya butuhkan.
“Kalau ditanya apa yang kami butuhkan, tentu sarana prasarana alat tangkap yang memadai. Namun jika pemerintah lagi mengalami efisiensi ya minta bantu peralatan unjam sajalah,” harapnya. (red)













