Beranda Kolom Cerita Warga Demi Cukupi Kebutuhan Keluarga, Bocah 10 Tahun Harus Banting Tulang

Demi Cukupi Kebutuhan Keluarga, Bocah 10 Tahun Harus Banting Tulang

199
0
Miranda bersama keluarga tercinta

ignnews.id,Anambas- Bocah perempuan bernama Miranda (10) harus membanting tulang mencari rezeki, demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

Setiap insan manusia yang terlahir, tentunya tidak bisa memilih takdir untuk dilahirkan dari keluarga yang mapan atau pun serba kekurangan.

Dengan begitu, terlahir dikeluarga yang serba pas-pasan bukanlah keinginan Miranda dan ia pun tetap bersyukur walau dirinya harus membantu orang tua diusianya yang masih terbilang dini.

Bocah kecil berumur 10 tahun ini harus merasakan perihnya bekerja membanting tulang sejak usia dini dengan berjualan kue keliling.

Baca Juga:  THM Dibuka Kembali Sejak Ditutup November 2020

Anak dari pasangan Tarmizi dan Nuraini ini, masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar (SD) 003 di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas.

Miranda merupakan anak ke 6 dari 7 bersaudara dan ibunya hanya sebagai penjual kue sedangkan ayahnya hanya seorang nelayan dengan berpenghasilan tidak tentu.

Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan keluarga, Miranda harus membantu ibunya berjualan kue keliling setiap hari.

Rumahnya yang terletak di atas Gunung Pasir Merah membuat perjuangan Miranda memulai hari dengan menghabiskan waktu sekitar 1 jam berjalan kaki untuk sampai ke Tarempa.

Baca Juga:  Nelayan Budidaya Keluhkan Ekonomi Menurun Akibat Masa Pandemi Covid-19

“Biasanya saya jualan sekitar jam 10 siang. Saya jajakan kue buatan ibu saya ke kantor-kantor sampai ke rumah-rumah warga dengan berjalan kaki,” ungkap Miranda dengan nada lirih.

Tidak hanya itu, jika ada kapal berlabuh di pelabuhan, Miranda akan berjualan keliling membawa keranjang nasi sebelum kapal berangkat.

“Kalau kapal KM Bukit Raya atau KM Sabuk Nusantara masuk ke Tarempa, biasa saya jualan nasi kotak dengan beragam lauk dengan harga mulai dari Rp25 ribu hingga 30 ribu per porsinya,” terang Miranda.

Baca Juga:  Bupati Anambas Ikuti Acara Paritrana Award

Panasnya terik matahari dan debu jalanan tidak dihiraukannya, dan bagi dirinya sudah menjadi kewajiban seorang anak untuk membantu orangtuanya.

“Kalau soal penat, ya pasti penat. Tapi saya ikhlas dari pada ibu saya yang harus berjualan keliling jalan kaki,” ungkap Miranda.

Miranda mengatakan, ia pun masih bermimpi dan bertekad ingin menjadi dokter saat ia besar nanti.

Niat bocah kecil penjaja kue keliling itu sungguh mulia, agar kelak menjadi seorang dokter dapat merawat ibunya yang sering sakit. (Jna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here