Desa Sebong Pereh Pertahankan Pasokan Pertanian Cabai Di Tengah Musim Kemarau

Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari saat memanen cabai merah di kebun kelompok Bahagia Tani di Desa Sebong Pereh didampingi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bintan Riang Anggraini dan sejumlah OPD pada Kamis (10/9/2026) sore lalu, foto oleh Aan
banner 120x600

BINTAN-ignnews.id – Desa Sebong Pereh,  Kecamatan Teluksebong terus berupaya menjadikan wilayahnya sebagai penghasil pertanian cabai. Melalui Kelompok Bahagia Tani, desa membimbing pertanian menjadi sektor tumpuan masyarakat.

Seperti panen cabai yang dilakukan pada Kamis (10/9/2026) lalu di area perkebunan cabai Bahagia Tani. Pihak desa menggandeng Provinsi Kepri dan Pemkab Bintan untuk melihat langsung proses pemanenan.

Pada musim tanam kali ini, kelompok Bahagia Tani sudah menghasilkan 2,7 ton cabai merah saat masa petik yang ke 9 kali. Meski dilanda musim kemarau yang ekstrim, namun hasil pertanian masih menunjukkan tren yang positif.

Budi, Ketua Kelompok Bahagia Tani Sebong Pereh mengatakan, pihaknya sudah sejak tahun 2024 melakukan penanaman cabai dengan memanfaatkan lahan bauksit yang ada di wilayahnya. Meski awalnya cukup sulit, dengan ketekunan, pertanian cabai menunjukkan hasil yang cukup baik.

“Kami sudah beberapa kali masa panen hasilnya lumayan. Untuk masa tanam kali ini setiap harinya kami memetik 120 kilogram hingga 180 kilogram. Kalau dihitung periode petiknya masuk yang ke 9 kali atau sudah setara 2,7 ton. Target kami harus mencapai 7 ton jika ingin untung,” jelasnya.

Ia mengatakan, selain cabai merah dan hijau, cabai nano-nano atau setan juga ditanam dengan produksi 30 kilogram dalam masa petik 4 sampai 5 hari sekali.

“Kalau cabai merah saat ini kami jual Rp 55 ribu perkilogram, kalau di pasaran di atas itu. Kalau cabai nano nano per hari ini saja kami lempar ke pasar Rp 92 ribu perkilogramnya,” terangnya.

Sementara itu, Bahari Kepala Desa Sebong Pereh mengatakan, pertanian cabai memang menjadi perhatian khusus di wilayahnya untuk mengdongkrak ekonomi masyarakat. Tidak hanya di Kelompok Bahagia Tani saja, di beberapa titik di Desa Sebong Pereh juga bertan cabai.

“Kalau di Kelompok Bahagia Tani ini saja menyerap 14 hingga 16 pekerja untuk penanaman, perawatan dan juga pemanenan. Artinya ini membuka lapangan kerja,” sebutnya.

Meski menjadi andalan Kelompok Bahagia Tani juga memiliki sejumlah kendala, seperti kondisi jalan masuk area pertanian yang mash rusak, kemudian fasilitas penyediaan air yang belum memadai serta peralatan pertanian yang belum termoderensasi.

“Pada panen kali ini hadir Pemprov Kepri yang diwakili Sekda Provinsi dan Ketua Tim PKK Kepri. Kemudian ada Pemkab Bintan dan anggota DPRD Bintan. Kami sampaikan kendala-kendala tadi, semoga ada solusi untuk hal tersebut,” jelasnya.

Ia mengatakan juga, pihak desa akan terus mendorong semua pihak dalam pengembangan dan pemberdayaan ekonomi agar membuka peluang dan potensi pendapatan masyarakat.(Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *