Dua Mahasiswa UMRAH Sabet Juara 3 ARETÈ Essay Competition 2026 Tingkat Nasional

Dua Mahasiswa UMRAH Sabet Juara 3 ARETÈ Essay Competition 2026 Tingkat Nasional.F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews.id, Tanjungpinang — Mahasiswa Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Sendi Kurnia Putra, mahasiswa semester 7 Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), bersama Novita Ester Anggriani Pangaribuan, mahasiswa semester 5 pada program studi yang sama, berhasil meraih Juara 3 ARETÈ Essay Competition 2026 tingkat nasional.

Keduanya tergabung dalam Tim Cendekia Muda UMRAH dan meraih prestasi tersebut melalui esai berjudul “LINDUNGI”, sebuah gagasan inovasi preventif untuk membantu mencegah praktik chat grooming terhadap anak dan remaja di ruang digital.

ARETÈ Essay Competition 2026 diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Hukum (HIMKUM) dan REACTION UMRAH. Kompetisi ini diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Universitas Padjadjaran (UNPAD), BINUS University, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Pembangunan Nasional Veteran, serta sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Kompetisi diawali dengan tahapan pengumpulan dan seleksi karya esai. Setelah berhasil lolos ke babak final, Tim Cendekia Muda UMRAH mempresentasikan gagasan mereka secara daring di hadapan dewan juri.

Melalui LINDUNGI, Sendi dan Novita menawarkan pendekatan preventif terhadap risiko chat grooming melalui deteksi dini percakapan berisiko, edukasi keamanan digital, serta mekanisme pelaporan yang aman dan mudah diakses.

Gagasan tersebut mengantarkan Tim Cendekia Muda UMRAH meraih posisi ketiga. Juara 1 diraih Universitas Surakarta, sedangkan Juara 2 diraih Universitas Pamulang.

Berharap LINDUNGI Dikembangkan Lebih Lanjut

Novita Ester Anggriani Pangaribuan yang juga menjadi Ketua Tim Cendekia Muda mengatakan, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi mereka untuk terus menghasilkan karya dan membawa gagasan mahasiswa UMRAH ke tingkat nasional.

“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya, menghadirkan solusi yang inovatif, dan berani membawa gagasan mahasiswa UMRAH ke tingkat nasional. Kami berharap LINDUNGI tidak hanya menjadi sebuah gagasan dalam kompetisi, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi inovasi yang memberikan manfaat dalam mencegah chat grooming terhadap anak dan remaja di ruang digital,” ujar Novita.

Sementara itu, Sendi Kurnia Putra mengaku bangga atas capaian yang diraih bersama tim. Baginya, pengalaman mengikuti kompetisi juga menjadi bekal untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa lain yang ingin mengikuti ajang serupa.

“Bangga bisa meraih juara dalam kompetisi ini. Saya juga berharap pengalaman yang kami dapatkan bisa menjadi bekal untuk membimbing dan menjadi mentor bagi adik-adik tingkat yang ingin mengikuti lomba, sehingga semangat berprestasi ini dapat terus menular dan berkembang di lingkungan UMRAH,” ujar Sendi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen Program Studi Ilmu Administrasi Negara yang telah memberikan dukungan selama proses penyusunan karya hingga mengikuti kompetisi.

“Ucapan terima kasih juga tersampaikan kepada seluruh dosen di Prodi Ilmu Administrasi Negara, terkhusus Bapak Dr. Wayu Eko Yudiatmaja, S.IP., MPA., yang selalu memberi masukan dan ide gemilang dalam membimbing kami,” tambahnya.

Wakil Rektor UMRAH Bidang Kemahasiswaan, Dr. Suryadi, S.P., S.H., M.H., turut mengapresiasi prestasi yang diraih Sendi dan Novita. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa UMRAH dalam menghasilkan gagasan yang kreatif sekaligus relevan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami tentu mengapresiasi prestasi yang diraih Sendi dan Novita. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa UMRAH memiliki kemampuan untuk menghasilkan gagasan yang kreatif dan relevan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus berani membawanya ke tingkat nasional,” ujar Suryadi.

Ia menilai gagasan LINDUNGI memiliki nilai lebih karena mengangkat persoalan perlindungan anak dan remaja di tengah perkembangan ruang digital.

“Yang lebih penting, gagasan yang mereka bawa tidak berhenti pada kompetisi. LINDUNGI mengangkat isu perlindungan anak dan remaja di ruang digital. Kami berharap gagasan seperti ini terus dikembangkan, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas,” lanjutnya.

Suryadi juga berharap capaian tersebut dapat memotivasi mahasiswa UMRAH lainnya untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi dan menjadikan pengalaman berkompetisi sebagai bagian dari proses pengembangan diri.

“Prestasi ini harus menjadi pemantik bagi mahasiswa lainnya. Jangan takut mencoba, jangan takut berkompetisi. Kampus akan terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan mereka di berbagai ajang,” pungkasnya.

Prestasi Tim Cendekia Muda UMRAH ini menambah catatan capaian mahasiswa FISIP UMRAH di tingkat nasional. Di sisi lain, gagasan LINDUNGI menunjukkan upaya mahasiswa UMRAH untuk menghadirkan pemikiran yang merespons persoalan nyata di ruang digital, khususnya dalam mendukung perlindungan anak dan remaja dari risiko chat grooming.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *