BINTAN-ignnews.id – Embung Daerah Aliran Sungai (DAS) Kawal yang terletak di Desa Toapaya Utara, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan terancam tak berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat Pulau Bintan. Hal ini karena embung dengan luas sekitar 20 hektare ini belum memberikan kontribusi pasokan air bersih.
Embung yang selesai dibangun sejak tahun 2019 ini baru menjadi penampung air dan belum dapat didistribusikan ke masyarakat karena tidak memiliki jaringan pipa penyaluran. Tak tanggung-tanggung, jaringan pipa yang dibutuhkan paling tidak sepanjang 25 kilometer dan akan menelan anggaran ratusan miliar rupiah.
Sejak selesai dibangun pada 2019, embung yang dibangun dari APBN ini belum termanfaatkan. Mulai dari kondisi yang bocor dan belum adanya pompa air. Baru kemudian pada dua tahun terakhir ini dialokasikan anggaran puluhan miliar untuk membangun sejumlah fasilitas, mulai dari pengaspalan jalan, pembangunan rumah pompa dan pendukung lainnya, namun belum berfungsi sebagaimana diharapkan.
Rendi, salah seorang warga Toapaya mengatakan, jika kondisi Embung DAS Kawal saat ini memang sudah menampung air, namun sebelum diperbaiki, kondisinya sangat memprihatinkan. Mulai embung yang kerap kering hingga fasilitas bangunan yang rusak.
“Sebelum diperbaiki, Embung ini kering jika dua atau tiga minggu tidak hujan. Padahal biaya pembangunan awal infonya sangat besar. Baru saat ini setelah jalan bendungan di aspal dan diperbaiki kondisi Embung, air dapat tertampung,” katanya.
Ia mengatakan, embung yang jauh dari pemukiman dan dekat dengan perkebunan sawit itu, tidak tahu dipergunakan untuk apa. Pasalnya sektor pertanian tidak banyak membutuhkan air dari embung tersebut.
“Kalau dibangun untuk masyarakat perkotaan, pasti akan sangat sulit distribusi dengan jarak yang jauh. Harusnya embung dibangun dengan jarak terdekat dengan wilayah kebutuhan,” sebutnya.
Sementara itu, Sayet, Kepala Desa Toapaya Utara yang dikonfirmasi pada Senin (6/4/2026) mengatakan jika Embung DAS Kawal memang belum berfungsi maksimal, namun info yang ia dapat akan dilanjutkan pembangunan secara berkala.
“Saat ini kondisi embung menampung air, kami memanfaatkan airnya ini ke masyarakat dengan menggunakan lori tangki, jadi baru sebatas itu,” katanya.
Ia menjelaskan, embung yang sudah dibangun selama lebih dari 7 tahun tersebut mengalami perbaikan pada tahun lalu dengan membangun fasilitas rumah pompa air, pengaspalan jalan hingga fasilitas lainnya.
“Insyallah dari informasi yang kami dapat, tahun ini akan dibangun fasilitas jaringan pipa sepanjang 1 kilometer, waktunya saya juga belum tahu, tapi tahun ini infonya,” terang Sayet.
Ia mengatakan, Embung DAS Kawal ini diperkirakan akan memasok air ke Waduk Sei Gesek yang berjarak 25 kilometer. Namun itu belum menyentuh ke masyarakat.
“Untuk menyuplai ke Waduk Sei Gesek saja membutuhkan jaringan pipa sepanjang 25 kilometer. Nanti dari situ baru disalurkan ke masyarakat di Bintan dan Tanjungpinang. Jika jaringan pipa tak ada, ya Waduk Sei Gesek belum akan maksimal, apalagi seperti kondisi saat ini,” ungkapnya. (Aan)













