Beranda Kepri Bintan Hasil Tes Swab Berbeda, Anggota DPRD Bintan Datangi Puskesmas Kijang

Hasil Tes Swab Berbeda, Anggota DPRD Bintan Datangi Puskesmas Kijang

72
0
Anggota DPRD Bintan mendatangi Puskesmas

ignnews.id,Bintan – Anggota DPRD Kabupaten Bintan, Tarmizi mendatangi Pauskesmas Kijang untuk meminta kejelasan atau klarifikasi terkait permasalahan berbedanya hasil tes Swab yang dikeluarkan oleh Puskesmas Kijang dan klinik terhadap belasan karyawan swalayan WS pada tanggal 29 dan 30 Juni 2021 yang menuai kontra.

“Sebagai wakil rakyat, kita hanya mau bertanya ada apa sebenarnya. Karena hasil Swab dari pihak Puskesmas Kijang berbeda dengan hasil yang dikeluarkan pihak klinik swasta yang berada di Tanjungpinang. Kalau seperti ini, tentunya masyarakat bingung yang mana hasil yang benar untuk acuan pasti. Dari pihak Puskesmas Kijang mereka mengklaim benar,” terang Tarmizi pada media ini, Senin (5/7) pagi.

Baca Juga:  Ansar Tuntaskan Persoalan Anambas Lewat Kedai Kopi

Diketahui sebelumnya, ada 21 karyawan dinyatakan positif saat melakukan tes Swab di Puskesmas Kijang.

Namun hanya berselang satu hari tes Swab tersebut dilakukan, para karyawan swalayan WS tersebut melakukan tes Swab ulang disalah satu klinik di Tanjungpinang dan menunjukkan hasil negatif.

“Inilah yang akhirnya membuat dilema harus mengikuti yang mana hasilnya, dan saya tidak setuju kalau mereka mengatakan punya mereka yang benar. Karena ada bukti swab lain negatif,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Bintan, Gama F Isnaini menuturkan, bahwa semua permasalahan ini harus diselesaikan dengan baik-baik dan kepala dingin serta rasa kekeluargaan yang tinggi.

Baca Juga:  HarisWan Lakukan Swabtest Syarat Cakada

“Tenaga kesehatan ini sudah bekerja secara maksimal, dan secara manusiawi mungkin mereka ada rasa kecewa dan sebagai pimpinan saya memberi dukungan secara moral. Semoga kedepan diberikan kelancaran dalam bertugas,” kata Gama saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, dirinya menegaskan hasil tes Swab berbeda terjadi karena akibat teknis medis.

Namun sejatinya, lanjut Gama, dalam tindakan medis harus mengikuti Prosedur Tetap (Protap) yang ada.

“Perbedaan alat tentunya mempunyai standar yang lain, dan metode lain tentu hasilnya barangkali bisa berbeda. Intinya segala kemungkinan bisa berbeda,” tutup Gama. (Pyo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here