Beranda Kepri Anambas Ibu Hamil Sebelum Lahir Wajib Rapidtest

Ibu Hamil Sebelum Lahir Wajib Rapidtest

54
0
RSUD Tarempa Kecamatan Siantan Kabupaten Kepulauan Anambas (foto ignnews.id)

Ignnews.id,Anambas-Sesuai Protokol mengenai layanan ibu hamil selama pandemi tertuang dalam protokol petunjuk nomor B-4 yang dikeluarkan pada 5 April 2020 oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, calon ibu diwajibkan melakukan rapid test sebelum bersalin.

Hal tersebut dibenarkan oleh Rini Gumala selaku Direktur UPT Rumah sakit umum Daerah Tarempa, ia mengatakan protokol tersebut juga diberlakukan di RSUD Tarempa sejak pandemi mulai masuk ke Anambas.

“Memang Ada yang berbeda dalam proses lahiran saat pandemi covid ini. Ibu bayi perlu melakukan rapid test sebelum proses persalinan dimulai,” kata Rini Gumala, Rabu (24/2/2021).

Baca Juga:  Indonesia Dikejutkan Terkait Kabar Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Katanya, sang ibu harus tetap menjalankan protokol kesehatan ketat selama persalinan. Disamping itu, suami atau pendamping ibu selama proses persalinan juga harus dilakukan rapid test.

“Proses persalinan begitu ketat, tidak sembarang orang yang bisa masuk ruangan tindakan. Yang menunggu harus 1 orang, selain itu bidan dan perawat yang bertugas wajib menggunakan APD,” ucapnya

Kewajiban rapid test tidak hanya diwajibkan kepada ibu dan pendamping. Pembesuk pun wajib melakukan hal yang sama. Hal ini untuk menjaga keselamatan pada ibu dan bayinya, dan menurut Rini yang boleh membesuk hanya keluarga inti saja.

Baca Juga:  Dua Pemimpin Anambas Terjang Ombak, Ada Apa?

“Yang kami perbolehkan masuk hanya keluarga inti saja, itu pun kalau sudah di rapid test, ini semua untuk menjaga kita dari bahaya virus covid,” katanya lagi.

Rini berharap masyarakat bisa memahami protokol yang berlaku saat ini. Ia juga mengatakan dimasa pandemi seperti ini lebih baik menjenguk via video call untuk menjaga ibu dan bayi yang rentan terkena virus.

Lebih lanjut, kata Rini bahkan pendamping kelahiran tidak boleh keluar masuk ruangan seperti biasanya, sampai ibu dan bayi dibolehkan pulang.

Baca Juga:  Sempat Adu Mulut Antara Ojek Pangkalan Vs Ojol

“Jadi, pendamping kelahiran misalnya suami sang ibu, harus tetap berada di dalam tidak boleh pulang sampai hari terakhir, mandi, makan semuanya harus di rumah sakit,” tutupnya. (Julina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here