Beranda Info Ikan Gabus Hias yang Lagi Naik Daun, Channa Gachua

Ikan Gabus Hias yang Lagi Naik Daun, Channa Gachua

91
0
ikan-gabus-hias
Ikan gabus hias merupakan jenis ikan gabus yang disebut channa gachua yang banyak ditemukan di Indonesia. Foto - istimewa

Ignnews.id – Secara luas penduduk Indonesia mengetahui ikan gabus menjadi ikan konsumsi air tawar yang diterima hasil dari budidaya atau tangkapan. Padahal bisa menjadi ikan gabus hias.

Ikan gabus tidak hanya digemari lantaran punya cita-rasa daging yang juga unik, namun dapat juga dipakai menjadi bahan baku suplemen albumin dalam bagian kesehatan.

Tipe Ikan gabus yang teramat banyak dipakai yaitu gabus rawa (Channa striata) serta toman (Channa micropeltes).

Tipe Ikan Gabus Hias Tenar

Merujuk tulisan dari fpk.unair.ac.id, sedikit penduduk mengenal kalau ikan gabus di Indoensia terdiri jadi dua grup, ialah tipe gabus gabus kecil dan besar.

Gabus besar dapat tumbuh lebih dari pada 1 meter dan gabus kecil (dwarf) yaitu tipe gabus yang tumbuh maksimum ukuran 15 cm.

Baca Juga:  Tenaga Kesehatan dan Guru Naik KA Gratis di Hari Pahlawan

Satu diantara spesies yang menyebar luas di Indonesia yaitu gabus gunung (Channa gachua). Ke bahasa lokal, gabus gunung dikenali dengan istilah ikan kotes (Jawa), ikan bogo (Sunda), ikan haruan (Kalimantan) serta ikan bocek (Sumatera).

Gabus gunung menyebar luas di kepulauan Indonesia sisi barat (Sumatra, Kalimantan serta Jawa).

Di lingkungan habitat aslinya, gabus gunung hidup di hilir sungai, sumber mata air parit persawahan dan jernih. Perihal ini tidak sama dengan gabus besar yang condong hidup di hulu sungai serta rawa-rawa.

Walaupun hidup di lingkungan dengan persentase oksigen tinggi, gabus gunung dapat ambil oksigen langsung dari udara maka dengan volume air yang sedikitpun masih dapat hidup.

Makanan terutamanya yaitu ikan kecil, udang serta beberapa tipe benthos. Dalam suatu eksosistem, gabus gunung menduduki karnivora pucuk maka kehadiranya di alam dapat jadikan sinyal
keseimbangan.

Baca Juga:  Ini yang Dibisikkan Gaethje Saat Merangkul Khabib yang Menangis

Pemakaian Gabus Gunung

Seperti sama biasanya ikan gabus, gabus gunung umumnya dipakai menjadi ikan konsumi.

Tidak sama dengan tipe gabus besar, gabus gunung punya kekhasan khusus, antara lain: corak warna banyak variasi, hidup berpasangan serta mouthbrooder (buat perlindungan anakannya di mulut hingga ukuran tersendiri).

Lantaran punya pembawaan antik itu, gabus gunung banyak dipiara dalam akuarium buat ikan hias. Menjadi perbedaan, gabus gunung buat konsumsi dipasarkan dipasar tradisonal dengan harga Rp 50.000/kg dan di pasar ikan hias dengan harga Rp 25.000/ekor.

Perihal ini tunjukkan gabus gunung pada situasi hidup dapat punya segmentasi pasar tersendiri.

Menjadi Ikan Gabus Hias

Di kemajuan teranyar, pencinta ikan hias terpenting dari tipe predator bertambah berkembang di Indonesia, sampai di sejumlah kota ada komunitasnya serta ikan yang sangat digemari yaitu dari macam-macam ikan gabus.

Baca Juga:  Indonesia Genjot Teknologi Tanaman Hias untuk Ekspor

Sejumlah penjual hingga melaksanakan import ikan gabus satu diantaranya dari India serta Thailand buat penuhi kepentingan pasar domestic.

Pertanda ini tunjukkan minat penduduk bakal ikan gabus hias cukup tinggi. Gabus gunung menjadi produk lokal mestinya terus dipoplerkan ingat dari sisi warna serta tingkah laku di akuarium pun tunjukkan daya magnet yang tak kalah dari gabus impor.

Namun, diusahakan gabus gunung yang diperjual-belikan datang dari budidaya bukan hasil tangkapan alam. Arahnya biar komunitasnya di masih terpelihara dan kepentingan buat ikan hias selalu tercukupi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here