Kepala Inspektorat Bintan Pejabat Paling Kaya Di Bintan, Tapi Takut Dan Bungkam Soal Lurah Jarang Ngantor

Irma Annis Kepala Inspektorat Bintan
banner 120x600

BINTAN-ignnews – Irma Annisa, Pejabat Kepala Inspektorat Bintan ternyata merupakan pejabat eksekutif paling kaya di Pemerintahan Kabupaten Bintan saat ini. Wanita yang pernah menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah ini memiliki aset kekayaan sebesar Rp 9.029.252.590,-.

Demikian harta tersebut yang tercatat pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LKHPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Pada detail laporan periodik tahun 2024. Irma ketahui memiliki 28 bidang tanah dengan luas yang bervariasi mulai 276 meter persegi hingga yang paling besar seluas 21.695 meter persegi. Kemudian ia juga memiliki sebidang tanah dan bangunan di Tanjungpinang senilai Rp 1,4 miliar.

Untuk total aset bidang tanah tersebut, diketahui memiliki nilai total Rp 4.197.160.000,-. Lokasinya ada di Kabupaten Bintan dan Lingga dengan keterangan merupakan perolehan hasil sendiri.

Kemudian, untuk aset berupa alat transportasi dan mesin atau kendaraan, Irma tercatat memiliki satu unit mobil Ford minibus tahun 2010 dengan nilai Rp 110.000.000,-. Kemudian sepeda motor Honda Vario tahun 2017 dengan nilai Rp 12.000.000,-. Ada juga Sepeda motor Yamaha NMax tahun 2019 dengan nilai laporan Rp 14.000.000,- dan Toyota Yaris tahun 2019 dengan nilai tercatat Rp 170.000.000,-.

Ke semua aset kendaraan tersebut bernilai Rp 306.000.000,-. Aset juga tercatat merupakan dari perolehan hasil sendiri. Untuk harta bergerak lainnya, Irma tercatat memiliki harta senilai Rp 98.000.000,- dengan Aset Kas dan Setara Kas sebesar Rp 3.628.092.590,-. Sedangkan untuk laporan hutang tercatat Rp 0,-.

Jumlah harta kekayaan Kepala Inspektorat masih tinggi dibandingkan dengan Roby Kurniawan yang merupakan Bupati Bintan. Pada laporan LHKPN periodik 2024, Roby yang merupakan Pimpinan Tertinggi di Kabupaten Bintan memiliki kekayaan Rp.7.090.903.000.

Sedangkan bila dibandingkan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Bintan Ronny Kartika, kekayaan jauh di bawah Kepala Inspektorat Bintan. Ronny tercatat hanya memiliki harta senilai Rp 1.133.665.954,- untuk laporan periodik LHKPN di tahun 2024.

Sedangkan untuk Boby Admirus, Lurah Tanjunguban Utara yang dilaporkan malas ngantor atau sering tidak masuk kerja dalam kurun waktu setahun terakhir ini tercatat sebesar Rp -480.000.000 (minus) pada laporan periodik 2024. Pada laporan tersebut Boby tercatat memiliki kendaraan sepeda motor Honda Scoopy tahun 2017 dengan nilai Rtp 17.000.000,-. Kemudian harta bergerak lainnya sebesar Rp 2.000.000,- dan kas atau setara kas sebesar Rp 1.000.000,-. Kemudian memiliki hutang sebesar Rp 500.000.000,-, sehingga nilai kekayaan Rp -480.000.000,- (minus).

Namun, ada hal yang aneh pada LHKPN Boby Admirus, pada tahun 2023 laporannya sama persis dan tidak ada perubahan dibandingkan dengan tahun 2024. Kemudian juga untuk LHKPN periodik 2020 dan 2019 saat ia menjabat sebagai Kasi Kesejahteraan Sosial di lingkungan Kecamatan Seri Kuala Lobam, ia melaporkan harta sebesar Rp -356.000.000,-. Untuk item aset juga sama baik kategori maupun nilainya, termasuk nilai hutang yang sama dan tidak ada kenaikan ataupun penurunan. Sedangkan untuk LHKPN tahun periodik 2019 untuk awal jabatan Kasi Kesejahteraan Sosial, ia mencatatkan jumlah kekayaan Rp -283.000.000,- (minus).

Keanehan LHKPN Lurah Tanjunguban Utara ini tentunya dapat menjadi laporan atau informasi ke KPK untuk menelisik dengan bensar aset yang dimiliki, termasuk juga pergerakan aset yang terjadi dalam rekeningnya.

Sebelumnya, Irma Annisa, Kepala Inspektorat Kabupaten Bintan bungkam saat dikonfirmasi terkait hasil pemeriksaan Boby Admirus, Lurah Tanjunguban Utara yang malas ngantor selama kurun waktu setahun terakhir. Seharusnya dalam jangka waktu tersebut pihak Inspektorat Bintan sudah mengetahui dan menjatuhkan sanksi terhadap lurah tersebut.

Bahkan Akademisi dari STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang menilai bolosnya Lurah Tanjunguban Utara dapat berdampak pada pemecatan dan juga pengembalian sejumlah uang tunjangan yang diterima.(Aan).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *