Kontrakdiksi Dengan Pertumbuhan Ekonomi Dengan Hilangnya Jaringan Internet di Wilayah Perbatasan Anambas

Kontrakdiksi Dengan Pertumbuhan Ekonomi Dengan Hilangnya Jaringan Internet di Wilayah Perbatasan Anambas.F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews.id,Anambas-Sejak enam bulan yang lalu akses jaringan internet bagi desa perbatasan seperti Desa Sunggak, Desa Keramut dan Desa Impul bahkan Dusun Kusik sebagai area wisata Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas menuai kontrakdiksi dengan pertumbuhan ekonomi masyarakat anambas yang mengalami peningkatan.

Ironinya, terhambatnya jaringan informasi internet tentu dialami kesulitan bagi masyarakat dalam melaksanakan aktivitas komunikasi serta aktivitas ekonomi dan layanan publik.

Menurut Hosnaini sebagai masyarakat sekitar mengatakan, hampir sekitar enam bulan akses jaringan internet yang berasal dari tower yang berada di Dusun Kusik tersebut tidak berfungsi dengan baik dan benar. Dirinya menyatakan, seyogyanya tiga desa yang berada di wilayah perbatasan sejak dulu kala mengandalkan jaringan tersebut bahkan nelayan yang memancing di laut pulau Mangkai sebagai pulau terluar pembatas antar negara lain.

“Iya bg, tower yang kami andalkan itu tidak mengeluarkan jaringan internet lagi. Ini sudah berlangsung sekitar enam bulan lalu. Mohon kiranya kepada pihak kompeten dapat meninjau hal ini,” ungkap Hosnaini ketika menghubungi ignnews.id, kemarin.

Ia juga menyampaikan, hal itu sudah disampaikannya kepada pejabat publik dinas terkait bahkan dengan kepala daerah yang saat ini sedang memimpin sebagai Bupati Kepulauan Anambas. Namun hingga kini laporan yang ia sampaikan tidak ditanggapi dengan serius.

“Jika serius, ya sudah pasti sinyalnya menyala. Hingga berita ini disampaikan belum ada titik terang,”keluh dia.

Ia hanya berharap akses jaringan internet di wilayah perbatasan itu aktif kembali. Persoalan kendala dirinya sebagai masyarakat tidak mengerti dan tentu butuh pelayan publik yang baik.

“Kepentingan pribadi sudah jelas saya butuh jaringan internet. Saya pastikan sama dengan ribuan masyarakat yang ada di wilayah perbatasan ini,” ujarnya.

Lanjutnya, kebutuhan jaringan internet ini bukan hal barang mewah lagi namun sudah menjadi kebutuhan dasar hidup masyarakat dalam melaksanakan aktivitas komunikasi, ekonomi bahkan pelayanan publik lainnya.

“Kami minta tim provider tower ini lakukan pengecekan langsung dilapangan. Tolong jaringan internet di wilayah perbatasan ini di aktifkan kembali,” tutur dia. (ign)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *