Beranda Kepri Anambas Merindukan Permainan Gasing Khas Anambas

Merindukan Permainan Gasing Khas Anambas

49
0
Sejumlah gasing milik Doni kini hanya tinggal kenangan

Ignnews.id,Anambas-Gasing merupakan permainan rakyat khas masyarakat Kepulauan Riau salah satunya di anambas. Permainan ini banyak digemari oleh penggemar gasing dari sejumlah kalangan masyarakat khusus di Kepri.

Tak ayal, permainan ini sering dipertandingkan melalui turnamen-turnamen yang memang sengaja diadakan dibeberapa tempat di Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) untuk diperlihatkan kepada masyarakat.

Doni, salah satu penggemar permainan gasing di anambas menjelaskan, beberapa bentuk, bahan dan cara membuat gasing serta bagaimana permainan gasing yang sesungguhnya.

“Gasing biasanya dibuat dari bahan kayu yang kuat dan tahan lama, salah satunya kayu pelawan dan kayu asam jawa. Biasanya jenis kayu ini yang sering digunakan masyarakat untuk bertanding. Karena dalam permainan dibutuhkan jenis gasing yang tidak mudah pecah,” kata Doni penggemar sekaligus pemain gasing saat ditemui ignnews.id, Senin (3/5/2021).

Baca Juga:  Tiga Desa Siap Menjadi Pilot Project Desa Wisata

Ia juga menjelaskan, jenis kayu lain yang biasanya digunakan untuk membuat gasing adalah kayu mentigi, buan, tuak, tengilap dan mampat. Jenis gasing yang dibuat dari kayu-kayu ini biasanya memang tahan lama, hanya saja mudah pecah. Bentuk gasing yang paling banyak digunakan masyarakat anambas bentuk bulat. Karena memang merupakan khas dan budaya masyarakat anambas.

“Biasanya gasing-gasing ini dijual dengan harga yang sesuai dengan ketahanan kayu. Paling mahal Rp.100 ribu perunit. Dan ada juga yang menjual dengan harga Rp 50 ribu perunit,” ujar dia.

Baca Juga:  Kemarin Karyawan, Kini Bos Tukang Pangkas

Sedangkan kat Doni, pembuatan tali gasing sendiri dibuat dari kulit kayu malinjo. Kulit yang diambil dari pohonnya langsung kemudian dijemur, lalu langsung dilakukan pembuatan tali dengan cara dilarik atau ditarik menggunakan alat khusus.

Ia menambahkan, jumlah pemain dalam satu group turnamen mulai dari delapan hingga lima belas orang untuk satu group. Ada yang menjadi sebagai pemangkak, penahan, dan penendin.

“Kurang lebih dua tahun saya tidak pernah mengikuti permainan gasing ini. Terakhir pada saat turnamen di Desa Piabung Kecamatan Palmatak Kabupaten Kepulauan Anambas. Saya senang sekali bermain gasing ini,” tutup dia. (Ririn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here