Pegawai Imigrasi Tanjunguban Dikabarkan Diperiksa Polisi, Terindikasi Mafia Paspor Dan TPPO

Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban
banner 120x600

TANJUNGUBAN-ignnews.id – Beberapa personil Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban dikabarkan diperiksa pihak kepolisian dalam kurun waktu tahun 2025 ini. Dikabarkan pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan mafia paspor dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO)

Dari sumber yang diterima awak media ini, beberapa personil imigrasi tersebut diperiksa terkait pembuatan paspor yang ada di Kanim Tanjunguban. Mulai dari panjangnya antrean paspor online yang disebabkan adanya mafia paspor yang bermain, baik untuk PMI non prosedural dan juga kebutuhan paspor lainnya.

“Dalam kurun waktu 2025 ini ada beberapa yang diperiksa, diperiksa di Polda Kepri ada. Terakhir sekitar 3 bulan lalu diperiksa di Mabes Polri, personil itu dari seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian,” kata sumber.

Ia menjelaskan, pola permainan mafia paspor adalah banyaknya pemohon yang mendaftar melalui sistem antrean online di Kanim Imigrasi Tanjunguban. Kemudian nantinya ada pihak-pihak yang mengatur agar pemohon tersebut datang dan melakukan perekaman.

“Itu biasanya di akomodir. Ada salah seorang pria berinisial “A” yang biasany membantu, itu warga Tanjunguban. Nanti dia datang kalau pemohon datang atau ambil paspor. Si “A” ini akrab dengan petugas imigrasi,” sebut sumber

Keterangan sumber tersebut memiliki kesamaan saat awak media ini melakukan pemantauan pada awal tahun 2025 di Kantor Imigrasi tanjunguban. Pria inisial “A” terlihat datang meski tidak memiliki keperluan permohonan paspor pribadi. Ia bahkan terlihat akrab dengan petugas bagian foto paspor.

Sementara itu, narasumber lainnya membenarkan jika Kantor Imigrasi Tanjunguban merupakan lokasi empuk permohonan paspor untuk PMI non prosedural. Ini karena adanya jaringan TPPO berinisial “Y” yang juga terlibat untuk pembuatan paspor untuk PMI non prosedural.

“Kita tahu itu (imigrasi) ada jaringan “Y”. Tapi kalau saat ini jaringan itu sudah merunduk bos. Lihat saja antrean paspor di Imigrasi Tanjunguban yang biasanya antre selama satu hingga satu setengah bulan masa tunggu, sekarang tinggal beberapa hari saja, bahkan hanya sehari saja waktu tunggunya,” sebutnya.

Ia mengatakan, sejumlah fakta juga menguatkan jika permainan mafia paspor di Tanjunguban sudah banyak diketahui pemain paspor dan juga sindikat TPPO di Kepri. Salah satu contohnya seperti yang sedang dalam tahap persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang.

Sementara itu, Adi Hari Pianto, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjunguban yang dikonfirmasi baru baru ini belum menjawab secara rinci soal kabar diperiksa anak buahnya tersebut. Melalui saluran pesan WhatsApp Adi yang ditanya perihal tersebut kembali melemparkan pertanyaan bulan apa pemeriksaan tersebut.

“Bulan apa ya bang?” tanya yang kemudian kami lakukan konfirmasi balik dengan balasan dalam tahun 2025 ini.

Ia kemudian mengajak diskusi beberapa hari kemudian dengan alasan sedang dipanggil ke Kanwil Imipas, namun hingga waktu yang dijanjikan dan dilakukan konfirmasi ulang, ia belum memberikan jawaban hingga berita ini diunggah.(Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *