Pria Beristri Di Bintan Lakukan Pembuangan Janin Di Semak Jalan Raya Busung

Lokasi pembuangan dan penguburan janin di Jalan Raya Busung tampak dipasang garis polisi, Jumat (14/2/2025) foto oleh Aan
banner 120x600

BINTAN-ignnews.id – Seorang pria beristri di Desa Busung dikabarkan menjadi pelaku pembuangan janin hasil hubungan terlarang dengan wanita lain. Janin yang diduga berusia 7 bulan itu ditanam di semak belukar Jalan Raya Busung.

Sumber ignnews.id mengungkapkan jika janin yang ditanam tersebut merupakan buah hati dari salah seorang warga Desa Busung berusia sekitar 28 tahun yang sudah memiliki istri. Kemudian sang wanita merupakan warga Kecamatan Telukbintan.

“Yang kami dapat infonya seperti itu, wanita yang hamil dari diduga hubungan gelap itu merupakan pekerja di Kawasan Industri Lobam, infonya sudah diamankan polisi. Kemudian sang pria kini sedang pencaharian dan menjadi buronan. Semalam baru rumahnya didatangi polisi,” jelasnya Jumat (14/2/2025) petang.

Ia menjelaskan, sekitar pukul 16.00 WIB, pihak kepolisian bersama pihak desa dan pelaku melakukan penggalian di semak Jalan Raya Busung lokasi janin dikubur.

“Tadi ada polisi dan pihak desa,” tambah sumber.

Sementara itu, di lokasi penguburan janin terihat sudah dipasang oleh garis polisi. Tampak lubang sedalam 60 sentimeter dengan diameter 90 sentimeter mengangak usai penggalian janin tersebut.

Sementara itu, Kompol Norman, Kapolsek Bintan Utara yang dikonfirmasi mengarahkan untuk menghubungi Satreskrim Polres Bintan selaku pihak yang menangani perkara.

Kasatreskrim Polres Bintan Iptu Fikri Rahmadi yang dikonfirmasi menyampaikan jika hal tersebut masih dalam pendalaman.

Terpisah, Rusli Kepala Desa Busung membenarkan kasus pembuangan janin yang dilakukan oleh warganya. Ia menjelaskan pihaknya bersama kepolisian sudah melakukan penggalian janin tersebut pada sore tadi.

“Iya tadi digali, kondisinya dibungkus pakai jilbab. Jadi diketahui itu janinnya,” jelasnya.

Ia mengatakan, pihak desa membantu kepolisian dalam penyidikan kasus ini. Untuk ayah sang janin katanya, memang sedang diburu polisi.

“Kami membantu pihak kepolisian dalam menyelesaikan kasus ini, termasuk juga kita memberikan pengertian dan pemahaman kepada pihak keluarga atas permasalahan ini,” katanya. (Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *