Beranda Headline Pulau Penyengat Sebagai Cagar Budaya Nasional

Pulau Penyengat Sebagai Cagar Budaya Nasional

140
0
Masjid Pulau Penyengat yang megah terlihat dari foto drone (foto istimewa)

ignnews.id,Tanjungpinang- Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau lewat Dinas kebudayaan kembali mengajukan Pulau Penyengat sebagai salah satu warisan dunia atau world culture heritage ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Dimana sebelumnya sempat gagal tiga aku mengusulkan.

Pulau Penyengat telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional dengan SK Penetapan Peringkat Cagar Budaya Nasional no.112/M/2018 kembali diusulakan menjadi warisan dunia.

Pengusulan Pulau Penyengat menjadi Warisan Dunia ini merupakan lanjutan dari usulan tahun 2015 yang ditandatangani oleh Almarhum H. Muhamad Sani Mantan Gubernur Kepri dalam masa jabatan yang di ditolak karena kekurangan dalam berkas dan dokumen.

Kekurangan berkas dan file tersebut Pemprov Kepri melakukan koordinasi antara Dinas Kebudayaan Provinsi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.

Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri Ir. Yerri Suparna mengatakan, Tahun 2019 lalu Tim penyusun mengikuti Bimbingan Teknis Penyusunan Naskah Daftar Sementara/Tentative List Warisan Dunia, di Bogor, 24-27Juli Naskah telah diserahkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya.

Baca Juga:  Kesehatan Lingkungan Posyandu Mawar terganggu

“Telah mengirimkan dossier berupa dokumen Pengusulan Pulau Penyengat menjadi Warisan Dunia. Tahun 2021 ini melakukan kajian ulang untuk melengkapi dossier yang sudah diajukan,” ucap Yeri.

Dalam rangka mengusulkan warisan dunia ini, ada beberapa tantangan yang di hadapi untuk bisa di akui oleh UNESCO. Salah satunya yaitu perlu ditanyakan untuk kita, apa yang ingin dicapai, siapa yang diuntungkan indikator kesukseksan nya.

“Jangan yang diuntungkan hanya orang-orang tertentu. jadi perlu juga dilibatkan orang hebat dan juha masyarakatnya,” ujarnya.

Keputusan pengelola perlu jelas, tegas, dan bijak. Jangan sampai menimbulkan reaksi masyarakat. Perlu dilakukan Diskusi dengan masyarakat untuk memberi pengertian kepada masyarakat.

Baca Juga:  Kades Mubur Bangun Pemecah Ombak

“Perlu dibangun komunikasi yang baik dengan masyarakat Pulau penyengat,” terangnya.

Sementara itu, ketua Tim Penyusun Pulau penyengat sebagi warisan dunia Abdul Malik menyampaikan usulan untuk menjadi warisan dunia ini sangat mengharapkan kerja ekstra dari Pemerintah Provinsi Kepri. Karena Penyengat selain sebagai emas kawin juga menjadi pusat Kerajaan Riau Lingga.

“Dari pulau yang kecil tersebut juga melahirkan bahasa nasional yang digunakan oleh sejumlah negara, seperti Singpura, Malaysia, dan Brunei Darussalam,” ujar nya.

Lebih lanjut katanya, dilihat dari sejarah dan perannya, Pulau Penyengat punya peluang sangat besar untuk dinobatkan sebagai salah satu warisan budaya dunia.

Saat ini, pihaknya terus memperkuat data dan fakta sejarah. Tentu usulan tersebut perlu didukung dengan negara-negara serumpun yang pernah menjadi wilayah kekuasaan Kerajaan Riau Lingga. Seperti Malaysia dan Singapura.

Baca Juga:  Puskemas Tarempa Jebol Dihantam Tanah Longsor

“Untuk menjadikan Pulau Penyengat sebagai salah satu warisan budaya dunia, perjuangan tidak boleh setengah-setengah. Artinya perlu pengorbanan dari sisi pemikiran dan keuangan. Kota Tua Semarang, Kota Tua Jakarta, mereka sangat serius untuk menyabet gelar warisan budaya dunia. Bahkan secara bertahap mereka terus berbenah. Sampai akhirnya masuk dalam daftar tunggu oleh Unesco,” jelasnya.

Lebih lanjut katanya, masih ada waktu bagi Pemprov Kepri untuk mewujudkan harapan ini. Ia berharap proposal yang sudah diperkuat kembali berbagai bukti berupa dokumen dan warisan tidak benda bisa menjadi pembeda.

Ia berharap Pemprov Kepri segera melakukan pendekatan-pendekatan ke Kemendikbud. Sehingga usulan dari Provinsi Kepri diputuskan oleh Kemendikbud untuk dikirim ke Unesco.

”Sayang tentunya jika tidak lanjutkan. Karena dari sisi historis, Penyengat sangat layak untuk menyandang status warisan budaya dunia,” tutup Malik. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here