Beranda Headline REFLEKSI DAN KONTEMPLASI PERINGATAN 20 TAHUN HARI MARWAH

REFLEKSI DAN KONTEMPLASI PERINGATAN 20 TAHUN HARI MARWAH

136
0
Syahzinan,SE tokoh BP3KR-Jakarta

Sebuah Catatan Goresan Tinta Sejarah

Oleh : SYAHZINAN , SE 

Secara historis dan filosofis peringatan hari marwah rakyat Kepulauan Riau adalah sebagai simbol perlawanan dan pergolakan dari gerakan rakyat perjuangan Propinsi Kepri ( atau yang lebih kita kenal dengan nama Hari Marwah ).Peringatan Hari Marwah setiap tanggal 15 Mei selalu kita peringati setiap tahunnya sebagai Marwah,Momentum dan Martabat Rakyat Kepri yang menginginkan terbentuknya Propinsi Kepri yang merupakan amanah dan ihkrar kita bersama-sama dalam Musyawarah Rakyat Kepulauan Riau pertama pada tanggal 15 Mei 1999 di Tangjunpinang,di Hotel Royal Place ( sekarang hotel comforta ). Gagasan dan Deklarasi Musyawarah Rakyat Kepulauan Riau pertama 15 Mei 1999 adalah sebuah cical bakal dan embrio Lahirnya Sebuah Propinsi Baru yaitu Propinsi Kepulauan Riau yang telah kita perjuangkan bersama sama dari seluruh rakyat dan masyarakat Kepulauan Riau 20 Tahun yang lalu ( 24 September 2002 ) Pembentukan Propinsi Kepri adalah penuh dengan perjuangan dan pengorbanan baik tenaga,pikiran,moral dan air mata serta bahkan nyawa sekalipun kita pertaruhkan pada saat itu.Sebenarya sejarah telah mencatat dan mengingatkan kepada kita semua khusus kepada para tokoh pejuang-pejuang Propinsi Kepri jangan sampai kita lupa dan terlewatkan,apalagi Generasi Sekarang dan mendatang serta anak cucu kita harus tahu dan paham tentang rangkayan- rangkayan sejarah dan peristiwa-peristiwa besar masa lalu yang terjadi dari masa Perjuangan dan Pergolakan Sejarah Pembentukan Propinsi Kepri.Menurut Pendapat Penulis ada 5 Fase- fase sejarah Pergolakan dan Perjuangan Dari Rakyat Kepri Dalam Pembentukan Propinsi Kepri yang tidak boleh begitu saja kita lewati dan kita lupakan bersama sama yaitu antara lain :
1.Musyawarah Rakyat Kepulauan Riau
Pertama 15 Mei 1999
2.Penolakan dari Gubernur dan DPRD Riau
3.Gerakan Rakyat Perjuangan Propinsi
Kepri 15 Mei 2002 ( Kita kenal sebagai
Hari Marwah )
4.Aksi Gerakan Moral Rakyat Kepri yang
ribuan berbondong-bondong datang ke
ibukota jakarta ( Febuari 2002 )
5.Pada Saat Sidang Paripurna DPR- RI
pengesahan Rancangan Undang- undang
pembentukan Propinsi Kepulauan Riau
24 September 2002 )
Inilah menurut pendapat penulis
Ada 5 fase- fase peristiwa-peristiwa besar paling bersejarah dan terpenting yang tidak bisa kita lupakan sampai kapan dan dimanapun Khususnya dari Tokoh-tokoh Pejuang Propinsi Kepri.Khusus dalam kesempatan yang baik ini penulis akan menuliskan Kejadian atau peristiwa Hari Marwah Rakyat Kepri yang sangat populer,Bergelora,Heroikme,Emosional dan penuh Sensasi Pada masa itu.Menurut Penulis ada 2 perspektif historis dalam setiap tahun kita memperingati Hari Marwah yaitu Perspektif Hukum atau Undang- undang dan Perspektif sejarah atau Historis,mari coba kita menguraikan bersama.
Pertama,Dari perspektif hukum yaitu telah terjadi beberapa kali penundaan Pengesahan Rancangan Undang- undang Pembentukan Propinsi Kepri dalam Rapat Paripurna DPR RI di Senayan karena adanya tekanan dan intervensi dari berbagai pihak yang kepentingan yang ingin mengagalkan pembentukan propinsi Kepri(Gubernur Dan DPRD Riau pada waktu) kedua Eksekutif dan Legislatif ini terus bekerja sama dan bersengkokol asalkan Propinsi kepri tidak jadi,ini yang menjadi niat busuk dan tujuan mereka.
Kedua,Dari Perspektif sejarah yaitu antara Riau Daratan dan Kepulauan Riau memang sangat berbeda dalam Proses Pembangunannya,yang satu visi daratan dan satu lagi visi Kepulauan serta letak geografis pun sangat jauh berbeda dan juga masalah rentang kendali yang cukup jauh antara keduanya.Dan Juga Permasalahan Ketidakadilan dan Pemerataan Pembangunan antara Riau Daratan dan Kepulauan Riau inilah sebagai pemicu Kepulauan Riau Mau berpisah dengan Pekanbaru sebagai Propinsi Induk pada waktu itu.

Baca Juga:  Bupati Anambas Respon Keluhan Masyarakat Desa Piabung

MEMAKNAI PERINGATAN 20 TAHUN HARI MARWAH RAKYAT KEPULAUAN RIAU

Peristiwa hari marwah adalah peristiwa yang sangat sakral dan Spektakuler punya kesan dan catatan tersendiri Bagi Rakyat Kepulauan Riau pada masa 20 tahun yang lalu ( 15 Mei 2002 – 15 Mei 2022 ).Peristiwa 15 mei 2002 atau Peristiwa hari marwah adalah sesuatu yangsangat mengusik,menganggu dan meleceh marwah dan martabat kita sebagai orang melayu Kepulauan riau yang selalu menjunjung tinggi Adat,Sopan santun dan Budaya melayu tempatan.Yang membuat Rakyat kepulauan Riau Marah,tersinggung dan merasa terinjak harga dirinya, merasa dipermainkan serta di perolok- olokan oleh Pemerintah pusat ( Eksekutif – Legislatif ) Dalam beberapa kali penundaan Pengesahan Rancangan Undang- undang pembentukan Propinsi Kepri Antara Pemerintah dan DPR RI selalu melalui Jalan Buntu dengan berbagai macam alasan dan pertimbangannya.

Baca Juga:  Mahasiswi Perbatasan Tagih Janji Terkait 'Merdeka Sinyal'

Begitu banyak luka- liku,tantangan dan hambatan yang kita dapat pada waktu itu untuk Menjadikan sebuah Propinsi yang Otonom.Kilas Balik dan Refleksi Peringatan 20 tahun Hari marwah tahun ini sesuatu yang sangat kita tunggu dan nantikan karena bersempena menyonsong Dua Dasawarsa Propinsi Kepri (24 September 2002 – 24 September 2022)Bagi rakyat kepulauan riau antara Peringatan 20 tahun hari marwah 15 mei 2022 dan menyonsong Dua Dasawarsa Propinsi Kepri 24 September 2022 Adalah Ibarat dua sisi mata uang yang berbeda,namun mempunyai arti dan makna yang saling punya relevansi dan korelasinya yang bersejarah,monumental dan fenomenal lahirnya Propinsi Kepri.Penulis Berpendapat dan Memaknai arti Tersendiri Apa itu Hari Marwah Atau Sebagai simbol Perlawanan Perjuangan dan Pergolakan Rakyat Kepulauan Riau Terhadap Pemerintah Pusat pada waktu itu,Karena antara Jakarta Dan Pekanbaru telah terjadi Persengkokolan jahat dan menzolomi Rakyat Kepulauan dengan Tidak mengesahkan Undang- undang Pembentukan Propinsi Kepulauan Riau,Dalam Beberapa Kali Penundaan- punundaan untuk di Bawa Dalam sidang Paripurna DPR RI untuk disahkan Bersama Pemerintah sehingga lahirlah Propinsi Kepri.Adapun ada beberapa tuntutan dari Rakyat Kepulauan Riau Pada masa itu sebagai simbol Perlawanan Perjuangan antara lain :

Baca Juga:  BNPB RI Berikan Penghargaan Terhadap 11 Dokter Kepri, Ada Apa?

1.Menuntut dan Mendesak Pemerintah pusat Dan DPR- RI segera mengesahkan Undang- undang Pembentukan Propinsi Kepri.

2.Sebagai Petisi/ Mosi tidak percaya kepada Pemerintah Pusat,karena :

– Merasa Marwah Dan Martabat rakyat kepri diinjak- injak oleh Pemerintah pusat.

– Rakyat Kepri menganggap Pemerintah  pusat dan DPR-RI selalu mengulur-ngulur waktu pengesahan Propinsi kepri sebagai Propinsi baru.

-Merasa Aspirasi Rakyat Kepri di perolok-olokan

– Pekanbaru sebagai biangkerok Penolakan Penghambat dan Penentang terbentuknya Propinsi Kepri.

3.Pada waktu itu para tokoh tokoh kepri Hampir kata sepakat mengikuti seperti  Papua seperti membentuk MRP ( Majelis Rakyat Papua ) namun kita hanya sepakat membentuk Presidium Kepulauan Riau itupun tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Demikian Sekelumit atau sekedar daya ingat memori kita pada masa 20 Tahun yang lalu untuk dijadikan pelajaran dan pengalaman berharga untuk generasi sekarang dan mendatang serta anak cucu kita nanti Bahwa Lahirnya dan pembentukan Propinsi Kepri Penuh dengan Keringat,air mata,Harta dan nyawapun menjadi taruhannya.Untuk Menutupi bagian akhir Tulisan saya ini,saya akan memakai kata- kata yang menjadikan semangat,motivator dan pencerahan bagi kita semua…Demikian Semoga…!!!

” Ingat Sejarah Itu Sendiri Tidak Pernah Berbohong,Yang Berbohong Adalah Para Pelaku dan Saksi Sejarah ”

” Kita Semua Adalah Pejuang Pemikir Dan Pemikir Pejuang ”

” Jadilah Pemikir Sejarah dan Sejarah

Pemikir atau Menjadi Pejuang Sejarah

Atau Sejarah Pejuang”

” SELAMAT MEMPERINGATI 20 TAHUN HARI MARWAH RAKYAT KEPULAUAN RIAU ”

” BRAVO…BRAVO PROPINSI KEPRI ”

“BANGKITLAH..MAJULAH..DAN JAYALAH”

DI KAU PROPINSI KEPRI

( Syahzinan , SE )

– Pelaku Sejarah Lahirnya Propinsi Kepri

– Tokoh BP3KR – Jakarta

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here