Beranda Kolom Cerita Warga Tak Ingin Mengemis, Soni Senang Jualan Keripik Usus

Tak Ingin Mengemis, Soni Senang Jualan Keripik Usus

993
0
Soni lebih memilih jualan kerupuk membantu ekonomi keluarga ketimbang melanjutkan pendidikan (foto ignnews.id)

ignnews.id,Tanjungpinang – Dari pada hidup dari hasil mengemis, pemuda bernama Soni (24) ini berprinsip, lebih baik menjadi pedagang asongan dengan berjualan kerupuk dan keripik usus ayam.

Anak bungsu dari 10 bersaudara ini bertahan hidup dengan menjual kerupuk dan keripik usus setiap hari, dengan berkeliling mengendarai sepada di sekitaran Kota Tanjungpinang.

“Saya sudah 5 tahun berjualan kerupuk dan keripik usus di Tanjungpinang, dengan mengendarai sepeda setiap hari. Tetapi kadang kalau sepeda rusak, saya tetap berjualan walau harus berjalan kaki,” ujar Soni ketika ditemui ignnews.id di Jalan Pramuka Tanjungpinang, Kamis (24/6/2021)

Setiap kerupuk dan keripik usus dijual
Rp3 ribu per bungkusnya dan jika membeli 4 bungkus, hanya Rp10 ribu dan hasil dari penjualannya dibagi dengan pemilik kerupuk atau keripik usus yang ia jualkan.

Baca Juga:  Gelombang Tinggi 14 Kapal Tenggelam Di Laut Kalbar

Hal ini ia lakukan demi memenuhi biaya kebutuhan hidup bersama orang tua, untuk membayar uang sewa kontrakan rumahnya.

“Ada dua macam yang saya jual yakni kerupuk makaroni dan keripik usus. Kalau keripik usus saya ambil dari orang lalu saya jualkan. Alhamdulillah, rezeki itu ada saja asal kita mau berusaha. Allah Swt pasti tunjukkan jalan bagi hambanya yang berusaha. Kalau untung saya per hari yaa tidak bayak, tetapi alhamdulillah kalau di kumpulkan menjadi bukit juga. Uangnya saya berikan kepada orang tua saya untuk membayar kontrakan rumah yang pertahunnya harus dibayar sebesar Rp7 juta. Dari pada saya mengemis, lebih baik saya mengeluarkan keringat mengayuh sepeda untuk berjualan,” cerita Soni.

Baca Juga:  Pengembangan Lima Destinasi Wisata Anambas Jadi Prioritas

Saat ditanya terkait pendidikan, Soni menjawab hanya sampai belajar di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Ia tak melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA, dikarenakan tak memiliki biaya dan ia bersikeras ingin membantu kedua orang tuanya.

“Saya cuma lulusan SMP saja, dan saya tidak lanjut sekolah lagi karena tidak punya biaya. Saya pun tidak ingin berdiam diri karena kesusahan. Muda saya harus menjadi jalan untuk membantu orang tua dengan berjualan saja,” ungkap soni.

Ditanyai mengenai omzet dan keuntungan berjualan dimasa pandemi setiap bulan, Soni hanya menjawab dengan senyuman dan berkata cukup untuk makan dan menabung bayar kontrakan.

Baca Juga:  Kemenag Anambas Rekrut Pegawai Baru

“Alhamdulillah walaupun dimasa pandemi pendapatan masih stabil. Memang untungnya tidak banyak, tapi saya selalu mensyukuri rezeki yang saya dapat dari Allah Swt,” tambahnya.

Soni juga berpesan, walaupun saat ini masih dalam masa pandemi jangan membuat kita menyerah dengan keadaan yang ada.

“Karena semakin kita menyerah tentunya akan terpuruk, dan akan berdampak buruk kepada diri kita sendiri. Lebih baik terus semangat dan berusaha untuk bertahan hidup untuk keluarga,” pesannya.

Menurutnya, sesulit apa pun keadaan yang harus dilewati akan ada celah sedikit nikmat yang diberikan Allah SWT. (Fri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here