IGNNews.id, Tanjungpinang–Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) melalui model sinergi Hexa-Helix. Komitmen ini ditegaskan dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama yang digelar di Hall Galeri Tamadun Maritim, Kampus Dompak, Senin (9/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan kalangan akademisi, aparat keamanan, pemerintah daerah, hingga elemen masyarakat dan kaum duafa dalam satu meja kebersamaan.
Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, S.Pi., DEA, menekankan bahwa di era modern, kampus tidak bisa lagi bekerja secara terisolasi. Konsep Hexa-Helix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, komunitas, media, dan institusi keamanan menjadi kunci inovasi daerah.
“Ilmu pengetahuan tanpa hukum adalah anarki, sebaliknya hukum tanpa ilmu adalah tirani. Sinergi ini sangat penting untuk menciptakan inovasi berbasis riset yang berdampak langsung bagi masyarakat Kepri,” tegas Prof. Agung.
Pembentukan Pusat Studi Kepolisian Maritim
Salah satu poin krusial dalam pertemuan ini adalah rencana pembentukan Pusat Studi Kepolisian-Kajian Penegakan Hukum Madani Maritim di lingkungan UMRAH. Wadah ini nantinya akan menjadi pusat kajian strategis untuk menjawab tantangan keamanan dan dinamika sosial di wilayah kepulauan.
“Hadirnya pusat studi ini diharapkan memperkuat pertukaran pengetahuan antara akademisi dan praktisi kepolisian, khususnya dalam merumuskan solusi berbasis riset terkait isu keamanan maritim,” tambahnya.
Tantangan Wilayah Strategis Selat Malaka
Kapolda Kepri, Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., menyambut hangat inisiasi tersebut. Ia mengakui bahwa posisi Kepulauan Riau sebagai jalur pelayaran internasional dan wilayah perbatasan menuntut pendekatan keamanan yang lebih komprehensif.
“Wilayah Kepri sangat strategis. Polri membutuhkan masukan dari dunia akademik sebagai pusat ilmu pengetahuan. Fokus UMRAH pada kajian kemaritiman adalah peluang besar bagi kami untuk belajar dan berbagi pengetahuan (sharing knowledge),” ujar Kapolda.
Acara ini turut dihadiri oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, Wali Kota Tanjungpinang H. Lis Darmansyah, Ketua DPRD Tanjungpinang Agus Djurianto, serta unsur Forkopimda dan perwakilan mahasiswa (BEM) se-Tanjungpinang. Selain penguatan kelembagaan, kegiatan juga diisi dengan santunan bagi kaum duafa sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.













