Usulan, 394 Ton Pupuk Bersubsidi Kebutuhan Petani, Baru Terealisasikan 200 Ton

banner 120x600
Bupati Natuna Cen Sui Lan saat menyerahkan pupuk bersubsidi kepada perwakilan kelompok tani di wilayah Bunguran tengah

Ignnews.id, Natuna – Pemerintah Daerah Kabupaten Natuna mulai menyalurkan pupuk bersubsidi kepada para kelompok petani. Dari total usulan yang diajukan pemerintah daerah sebanyak 394,88 ton baru terealisasi sebanyak 188,53 ton pupuk subsidi diserahkan secara bertahap di gudang pupuk Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna. Senin (13/7/2026).

Bupati Natuna Cen Sui Lan menyerahkan langsung kepada para perwakilan kelompok tani yang berada diwilayah kecamatan Bunguran Timur, Bunguran Tengah, Bunguran Timur laut, Bunguran selatan, Bunguran batubi, Bunguran Utara, Serasan, dan Serasan timur.

“Setelah diserahkan pupuk bersubsidi ini, tolong para instansi maupun organisasi perangkat daerah (OPD), memantau langsung proses penyaluran pupuk bersubsidi ini agar tidak ada penyelewengan, penimbunan, maupun lainnya yang bersangkutan dengan hukum,”tegas Bupati Cen Sui Lan dihadapan para petani.

Bupati Cen menjelaskan, pupuk bersubsidi ini salah satu langkah dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada para petani dalam meningkatkan produksi diwilayah Natuna.

“Pada intinya pemerintah akan membantu dan mendukung para petani. Karena petani menjadi salah penggerak kemajuan daerah,” ujarnya.

Selain itu, Bupati Cen juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan perlindungan sosial bagi para petani melalui pemberian iuran BPJS ketenagakerjaan para pekerja rentan sektor pertanian.

” Program ini merupakan bentuk kepedulian daerah dalam memberikan rasa aman kepada para petani saat menjalankan aktivitas usaha taninya,”jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Natuna, Wan Syazali menuturkan bahwa berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), usulan kebutuhan petani wilayah kabupaten Natuna mencapai 394,88 Ton, namun alokasi yang diterima dari pemerintah pemerintah provinsi Kepri sebesar 200 ton.

“Untuk saat ini pupuk bersubsidi yang diterima kurang lebih 50,56 persen dari total kebutuhan petani. Jadi terdapat kekurangan yang cukup signifikan, sehingga kami mengharapkan adanya penambahan dari pemerintah pusat melalui provinsi Kepri agar produktivitas para petani tetap terjaga,” harapnya. Laporan (Hardiansyah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *