IGNNews.id, Anambas – Ancaman peredaran narkoba di wilayah perbatasan Kabupaten Kepulauan Anambas kini memasuki fase mengkhawatirkan. Wakil Bupati Anambas, Raja Bayu Febri Gunadian, memperingatkan bahwa modus masuknya barang haram tersebut kini semakin unik, yakni melalui paket yang dihanyutkan di tengah laut.
Dalam pernyataannya di Mapolsek Siantan, Kamis (12/2/2026), Raja Bayu mengungkapkan bahwa mayoritas barang bukti narkotika jenis sabu yang ditemukan belakangan ini merupakan hasil temuan nelayan saat melaut. Paket-paket tersebut diduga sengaja dihanyutkan atau terjatuh dan terbawa arus hingga ke perairan Anambas.
“Masyarakat kita awalnya tidak tahu apa itu narkoba. Namun, belakangan ini marak narkoba masuk dalam kondisi hanyut dan ditemukan oleh nelayan kita. Ini fenomena yang harus diwaspadai,” ujar Raja Bayu.
Apresiasi Kejujuran Nelayan Wabup memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para nelayan yang memiliki integritas untuk langsung melaporkan temuan paket mencurigakan tersebut kepada pihak kepolisian. Ia meminta masyarakat tidak sekali-kali tergoda untuk menyimpan atau mencoba mengedarkan barang haram tersebut.
“Konsekuensi hukumnya sangat berat. Kami meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan benda mencurigakan di laut. Jangan sampai masa depan hancur karena godaan sesaat,” tambahnya.
ASN Jadi Target Pengawasan dan Tes Urine Tidak hanya menyasar masyarakat umum, Raja Bayu juga memberikan peringatan keras kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Anambas. Sebagai abdi negara, ASN harus menjadi contoh dalam memerangi narkoba.
Pemerintah daerah menegaskan tidak ada ruang bagi ASN yang terlibat narkoba. Sanksi pemecatan dan proses hukum menanti siapa saja yang terbukti menyalahgunakan barang haram tersebut. Sebagai langkah konkret, Pemkab Anambas berencana melaksanakan tes urine secara berkala.
“Kami akan dukung penuh pelaksanaan tes urine rutin, terutama bagi ASN di instansi yang rentan. Lingkungan pemerintahan harus bersih agar pelayanan kepada masyarakat tetap optimal,” tegas Raja Bayu.
Sinergi Lawan Narkoba Menutup arahannya, Wabup menekankan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tugas aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab kolektif. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga agar Anambas tidak menjadi pintu masuk peredaran narkoba internasional.













