Lingga  

Masyarakat Desa Persing Kecewa, Proyek Pamsimas Tidak Pernah Berfungsi Alirkan Air

banner 120x600
Bak penampungan air bersih yang dibangun dalam program Pamsimas di Desa Persing. Hingga saat ini masyarakat menikmati aliran air bersih dari program pembangunan ini. (foto/Istimewa)

IGNNEWS.ID, LINGGA- Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Desa Persing, Kecamatan Singkep Pesisir, Kabupaten Lingga yang dikerjakan dua tahap yakni Tahun 2021 dan 2022 dengan anggaran lebih dari Rp 300 tidak pernah berfungsi. Masyarakat kecewa dan minta Pemkab Lingga berikan solusi agar air dapat mengalir dan dinikmati masyarakat.

“Harus ada evaluasi pekerjaan kegiatan ini. Dengan evaluasi diharapkan ada solusi dari pemerintah daerah agar program ini bisa bermanfaat untuk masyarakat,” kata Rani warga Desa Persing yang merupakan salah seorang pengusul program ini di desa tersebut, Kamis (15/06/2023).

Dikatakan, masyarakat sebenarnya tidak mempersoalkan bagaimana kegiatan pembangunan Pamsimas dilakukan oleh tim dibentuk dengan pengawasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lingga . Masyarakat hanya ingin air dapat mengalir ke rumah sesuai tujuan program tersebut.

“Saat ini jika musim kemarau masyarakat harus mengambil air sejauh setengah kilometer. Kasihan masyarakat dan tujuan baik pemerintah pusat untuk membantu masyarakat menjadi tidak berhasil,” ucap Rani.

Rani menceritakan, pembangunan Pamsimas memang sangat dibutuhkan masyarakat Persing untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Dengan pentingnya program ini, secara pribadi ia memberikan sumbangan uang sebesar Rp 2 juta untuk membebaskan lahan Pamsimas.

“Bukan soal uang. Ini kebutuhan vital masyarakat,” tegasnya.

Rani juga menyayangkan tidak jeli nya Pemerintah Desa Persing saat serah terima pembangunan dilakukan dari instansi terkait ke pihak desa. Seharusnya sebelum serah terima dilakukan Perintah Desa membentuk tim untuk melakukan evaluasi pekerjaan, hingga diketahui biaya perawatan yang harus dikeluarkan agar program ini bisa berjalan sesuai keinginan masyarakat.

“Saya minta pihak inspektorat untuk datang melakukan audit investigasi program ini,” imbuhnya.

Dikonfirmasi Kepala Dinas PUPR Lingga, Novrizal, meminta media untuk langsung menghubungi bidang cipta karya sebagai teknis kerja yang bersangkutan. “Langsung ke bagian teknis (cipta karya) aja,” kata Novrizal singkat.

Kepala Bidang Cipta Karya PUPR Lingga, Deden Trisna Wijaya, belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Pesan What’s Up yang dikirimkan media ini untuk konfirmasi belum dijawab.

Pantauan media ini, proyek pembangunan Simpamas di Desa Persing terkesan asal jadi. Sebagian pipa dilakukan dalam drainase dan tidak ditanam dan banyak yang sudah terlepas. Dikuatirkan jika dilalui air pipa tersebut akan ambruk. Meteran air tidak seluruh dipasang di rumah masyarakat.
(tengku)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *