IGNNews.id, Anambas – Insiden dugaan keracunan massal yang bersumber dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 15 April 2026 memicu reaksi keras dari kalangan legislatif. Lebih dari seratus warga dilaporkan tumbang dan harus dilarikan ke RSUD Palmatak, memaksa fasilitas kesehatan tersebut bekerja ekstra keras di tengah keterbatasan sarana penunjang.
Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Anambas dari Fraksi Partai Demokrat, Hino Faisal, yang meninjau langsung kondisi para korban, menyatakan keprihatinannya atas situasi di lapangan. Ia mengungkapkan bahwa lonjakan pasien sempat membuat kapasitas rumah sakit tidak mencukupi, sehingga bantuan darurat berupa tempat tidur dari BPBD harus dikerahkan untuk menangani korban yang membludak.
“Pasien membludak, ruang tidak mencukupi. Ini bukan kejadian biasa, ini sudah masuk kategori Kejadian Luar Biasa (KLB). Tidak bisa dianggap sepele dan harus ada evaluasi total terhadap pelaksanaan program ini,” tegas Hino Faisal saat dikonfirmasi pada Kamis (16/4/2026).

Meskipun sebagian besar pasien kini telah pulih dan diizinkan pulang, Hino menekankan bahwa akar permasalahan harus dibongkar secara transparan. Sorotan tajam kini mengarah pada aspek hulu, mulai dari kelayakan dapur umum, standar higienitas bahan baku, hingga kepatuhan penyedia terhadap Standard Operating Procedure (SOP) pengolahan makanan.
“Kalau sebelumnya di sekolah lain aman, kenapa sekarang bisa terjadi insiden sebesar ini? Celah inilah yang harus dibongkar. Jangan sampai program nasional yang tujuannya menyehatkan generasi bangsa justru berbalik menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya dengan nada tegas.
Sebagai langkah nyata, DPRD Anambas memastikan akan segera memanggil seluruh pemangku kepentingan terkait untuk dimintai keterangan dalam forum evaluasi menyeluruh. Hino mengingatkan bahwa pengawasan program MBG adalah tanggung jawab kolektif antara pemerintah daerah, dinas terkait, dan elemen masyarakat agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa depan.
Di tengah desakan evaluasi tersebut, Hino tetap memberikan apresiasi tinggi kepada tim medis RSUD Palmatak yang dinilai sangat sigap dan profesional dalam menanggulangi situasi kritis di malam kejadian. Menurutnya, dedikasi tenaga kesehatan menjadi benteng terakhir yang mencegah situasi memburuk lebih jauh.(Adv)













