BP Tanjungpinang Gandeng PWI Perkuat Transparansi Informasi Investasi Daerah

Foto bersama usai audiensi PWI Tanjungpinang bersama BP Kawasan Tanjungpinang yang digelar di Kantor BP Kawasan, Jalan RH Fisabilillah, Kota Tanjungpinang, Senin (12/1/2026).F-PWI Tanjungpinang
banner 120x600

IGNnews.id, Tanjungpinang  – Kinerja Badan Pengusahaan (BP) Kawasan Tanjungpinang dalam mengoptimalkan potensi investasi di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Dompak dan Senggarang mendapat apresiasi positif dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Tanjungpinang.

​Dalam pertemuan dengan pengurus PWI Tanjungpinang, Senin (12/1/2026), Kepala BP Kawasan Tanjungpinang, Cokky Wijaya, menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi informasi publik serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.

​”Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para investor untuk mengelola kawasan FTZ di Dompak dan Senggarang. Kerja sama strategis dengan pemerintah kota dan provinsi terus kami perkuat agar investasi yang masuk berkontribusi langsung pada Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Cokky Wijaya di kantornya, Jalan RH Fisabilillah.

​Cokky memaparkan bahwa pengembangan FTZ Tanjungpinang dilakukan secara terintegrasi. Wilayah Dompak diproyeksikan sebagai pusat pengembangan, sementara Senggarang diarahkan menjadi kawasan industri, sentral bisnis, distrik perhotelan, fasilitas kesehatan, hingga pusat pendidikan dan pemukiman.

​Sepanjang tahun 2025, BP Tanjungpinang mencatat realisasi investasi dari lima perusahaan. Memasuki tahun 2026, target ambisius kembali ditetapkan dengan membidik minimal lima perusahaan baru untuk memperkuat investasi berkelanjutan di Ibu Kota Provinsi Kepri tersebut.

​Guna mencapai target tersebut, BP Kawasan Tanjungpinang aktif melakukan promosi hingga ke mancanegara, bersinergi dengan agenda Kementerian Perdagangan RI.

​Sejalan dengan upaya promosi, perbaikan sistem di internal juga terus digesek. Anggota II Bidang Pelayanan Terpadu BP Kawasan Tanjungpinang, M. Effendi, menekankan pentingnya percepatan perizinan bagi calon investor.

​”Kami terus memperkuat sistem pelayanan terpadu satu pintu agar seluruh proses realisasi investasi berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran,” pungkas Effendi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *