IGNNews.id, Bintan – Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat kompetensi sumber daya manusia dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi bagi Pendamping Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pelatihan eksklusif ini berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Oktober 2025, di Bintan Agro Resort, Gunung Kijang, dan diikuti oleh 140 peserta yang terdiri dari Project Management Officer (PMO), Business Asisten (BA), dan Pendamping Dinas Koperasi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi, menjelaskan bahwa kegiatan yang bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM RI ini mengusung tema ambisius: “SDM dan Talenta Unggul menuju Indonesia Emas 2045.”
Mengawasi 407 Koperasi Merah Putih
Riki Rionaldi menekankan, 140 peserta PMO dan BA yang tersebar di seluruh desa/kelurahan se-Kepri ini memiliki tugas krusial pasca-pelatihan. Mereka akan bertugas mendampingi, mengawasi, dan mengevaluasi pelaksanaan program KDKMP agar berjalan efektif dan berdampak nyata bagi masyarakat.
“Harapannya usai mengikuti Bimtek selama 5 hari ini, agar para pendamping koperasi bekerja secara profesional, sesuai target yang diberikan oleh Kementerian Koperasi kepada kita,” ujarnya.
Hingga saat ini, di Kepri telah terbentuk sebanyak 407 KDKMP. Riki merinci, satu BA akan mengawasi 10 hingga 12 koperasi.
Guna mencapai hasil maksimal, pemerintah sengaja menggabungkan kekuatan pendamping. Riki mengapresiasi petunjuk Kemenkop RI yang memberi ruang kolaborasi dengan pendamping lain, termasuk Pendamping Desa dan Pendamping Perikanan.
“Jika duduk satu kelas seperti ini banyak sekali diskusi-diskusi produktif yang dihasilkan. Saya sangat yakin mereka siap melakukan pengabdian membantu pemerintah pusat dan daerah,” tutup Riki, optimis terhadap dampak positif program KDKMP.













