IGNNews.id, Anambas – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bekerja sama dengan tenaga kesehatan menggencarkan pemeriksaan kesehatan terhadap populasi berisiko. Sebanyak 45 orang di Pulau Siantan menjalani screening HIV/AIDS sebagai langkah deteksi dini dan pencegahan penyebaran virus, Jumat (26/12/2025).
Pemeriksaan ini dilakukan setelah puluhan orang tersebut terjaring operasi penertiban di sejumlah Tempat Hiburan Malam (THM) serta rumah kos yang diduga menjadi lokasi aktivitas berisiko.
Kepala Seksi Penyidikan dan Penindakan Satpol PP Anambas, Barry Narwan, menjelaskan dari total 45 orang yang diperiksa, rinciannya terdiri dari:
- 13 Wanita Pemandu Lagu (Lady Companion/LC).
- 13 Pengunjung THM.
- 19 Orang lainnya yang berada di sekitar lokasi saat razia berlangsung.
“Mereka terjaring razia di tempat karaoke dan ada juga LC yang kami amankan langsung di kos-kosan mereka,” ujar Barry.
Pemetaan Risiko di Pulau Siantan dan Matak
Barry menegaskan bahwa aktivitas di hiburan malam memiliki risiko tinggi terhadap penularan virus melalui perilaku berganti-ganti pasangan. Oleh karena itu, pengawasan ketat dan pemetaan kesehatan sangat diperlukan.
Dalam pelaksanaan screening ini, Satpol PP didampingi oleh tim medis dari Puskesmas Tarempa. Terkait hasil pemeriksaan di Pulau Siantan, pihak Satpol PP masih menunggu laporan resmi dari tim medis.
Selain di Siantan, operasi serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Pulau Matak. Di wilayah tersebut, petugas menyisir LC yang bekerja di tiga kafe berbeda.
“Untuk hasil di Pulau Matak, seluruhnya dinyatakan negatif. Namun, kami tetap melakukan pemantauan rutin,” tambah Barry.
Tantangan Pengawasan
Petugas mengakui adanya perbedaan pola pengawasan di dua wilayah tersebut. Di Pulau Matak, para pekerja (LC) lebih mudah didata karena berada di bawah koordinasi koordinator (mami). Sementara di Pulau Siantan, para pekerja cenderung bergerak secara mandiri atau tanpa koordinator, sehingga pengawasan lebih sulit dilakukan dan rawan luput dari pantauan petugas.
“Di Siantan ada enam kafe, namun baru tiga yang berhasil kami sisir karena keterbatasan waktu dan jarak. Ke depannya, operasi ini akan terus berlanjut demi menjaga kondusifitas dan kesehatan masyarakat Anambas,” pungkasnya.













