Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries saat menyapa teman penyandang tunarungu ketika bertemu dijalan
Ignnews.id, Natuna – Kisah humanis menunjukkan kedekatan antara aparat kepolisian dan penyandang disabilitas rungu/wicara saat berjumpa dijalan raya. Keduanya saling bertegur sapa tanpa ada bahasa terdengar ditelinga.
Pembicaraan singkat membuat mereka hanya bisa menggunakan gerak bibir dan jari agar bisa dimengerti. Hubungan emosional yang terjalin memperlihatkan pentingnya empati dan inklusivitas di lingkungan kerja kepolisian.
Percakapan mereka terekam dalam video berdurasi 18 detik yang sempat viral melalui pesan berantai disejumlah media sosial WhatsApp.
Saat itu, Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie sedang menjalani aktifitas olahraganya dengan bersepeda bersama komunitas pencinta sepeda Natuna.
Setibanya didaerah Sepempang tiba-tiba Kapolres melihat salah satu warga yang berada dipinggir jalan. Ternyata warga tersebut merupakan tunarungu yang biasa ditemuinya ketika sedang istirahat bekerja.
Dalam video tersebut, kegembiraan warga itu terlihat tidak hanya sebatas begitu saja. Ada rasa senang dan gembira setelah melihat teman yang biasa menyapa hanya dengan sentuhan ibu jari saja.
Perspektif dalam Islam, pertemanan antara seorang polisi (atau siapa pun) dengan orang bisu (tunarungu/tunanetra/disabilitas) adalah hal yang sangat mulia, terpuji, dan sangat dianjurkan.
Islam adalah agama yang inklusif dan tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan fisik, melainkan berdasarkan ketakwaannya. Islam juga menegaskan bahwa seluruh manusia memiliki derajat yang sama di hadapan Allah. Keterbatasan fisik seperti bisu atau tuli bukanlah sebuah kehinaan.
Berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang bisu membutuhkan kesabaran ekstra dan keramahan. Dalam Islam, upaya untuk membuat orang lain paham atau membantu mereka berkomunikasi bernilai sedekah.
Rasulullah SAW bersabda: “Kamu memberi petunjuk kepada orang yang tersesat jalannya adalah sedekah, kamu menuntun orang yang buruk penglihatan jalannya adalah sedekah, dan kamu memberikan kefasihan (membantu menjelaskan) bagi orang yang gagap/kesulitan bicara adalah sedekah.” (HR. Ahmad).
Pertemanan ini mencerminkan keindahan akhlak Islam. Bagi sang polisi, pertemanan ini bisa menjadi jalan ibadah, perlindungan, dan pelayanan yang tulus. Bagi orang bisu, kehadiran seorang polisi sebagai teman memberikan rasa aman dan keadilan yang setara di masyarakat.
Dengan pertemanan ini membuktikan bahwa kedekatan dan kebersamaan polisi dengan masyarakat ditunjukkan langsung oleh Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie. Laporan (Hardiansyah).













