SERIKUALALOBAM–ignnews.id – Warga Kampung Lepan, Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam kembali memperbaiki jembatan di kampungnya secara swadaya. Kondisi jembatan yang terbuat dari kayu itu sudah berkali-kali diperbaiki demi lalu lintas warga.
Jembatan Sei Lepan menjadi urat nadi mobilisasi warga dari dan ke kampung tersebut. Sebelum ada jembatan tersebut, warga melintas sungai dengan menggunakan sampan atau pun perahu. Sejak dibangun jembatan warga lebih muda melintas menggunakan sepeda motor.
Ada jalan lain untuk menuju Kampung Lepan, namun jalurnya lebih jauh dan kondisi jalan rusak parah karena hanya tanah saja
Menghadapi kondisi jembatan yang rusak, masyarakat Kampung Lepan berinisiatif melakukan perbaikan dan pembangunan jembatan secara bertahap melalui dana swadaya dan semangat gotong royong. Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan akses penghubung yang sangat dibutuhkan masyarakat, sembari menunggu realisasi pembangunan jembatan yang lebih layak dan permanen.
Upaya masyarakat untuk mendapatkan pembangunan jembatan permanen sebenarnya telah berlangsung cukup lama. Aspirasi dan usulan pembangunan telah berulang kali disampaikan melalui forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. Namun, hingga saat ini, pembangunan jembatan permanen yang diharapkan masyarakat belum terealisasi.
Salah satu tokoh masyarakat Kampung Lepan Aidil Fitri menyampaikan, keberadaan Jembatan Sei Lepan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat, mengingat fungsinya sebagai akses penghubung yang tidak hanya melayani satu kampung, tetapi juga mendukung mobilitas antarwilayah.
“Jembatan ini merupakan akses yang sangat penting bagi masyarakat, bukan hanya warga Kampung Lepan, tetapi juga masyarakat dari wilayah sekitar yang menggunakan jalur ini untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, sementara kebutuhan masyarakat terhadap akses yang aman dan layak terus meningkat,” ujar Aidil Fitri, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, masyarakat selama ini telah berupaya menyampaikan aspirasi pembangunan jembatan melalui berbagai mekanisme perencanaan pembangunan pemerintah. Namun, harapan untuk mendapatkan infrastruktur jembatan permanen masih belum terwujud.
“Kami sudah berulang kali mengusulkan pembangunan jembatan ini melalui Musrenbang, baik di tingkat desa, kecamatan, maupun kabupaten. Namun, sampai sekarang belum ada realisasi pembangunan permanen. Karena jembatan ini sangat dibutuhkan, masyarakat akhirnya berinisiatif melakukan pembangunan secara bertahap dengan dana swadaya agar akses tetap bisa digunakan,” jelasnya.
Aidil menegaskan bahwa semangat gotong royong masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap kebutuhan infrastruktur di lingkungan mereka. Meski demikian, pembangunan jembatan yang memenuhi standar kelayakan dan keselamatan tetap membutuhkan dukungan pemerintah serta perencanaan teknis yang memadai.
“Kami sangat berharap Pemerintah Kabupaten Bintan bersama instansi terkait dapat memberikan perhatian dan memprioritaskan pembangunan Jembatan Sei Lepan yang lebih layak dan permanen. Masyarakat tentu siap mendukung dan berpartisipasi, karena yang kami harapkan adalah akses yang aman, nyaman, dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” tambah Aidil.
Masyarakat berharap kondisi Jembatan Sei Lepan dapat menjadi perhatian bersama, khususnya dalam penyusunan prioritas pembangunan infrastruktur daerah, sehingga kebutuhan akses yang aman dan berkelanjutan dapat segera memperoleh solusi.
Di tengah keterbatasan yang ada, semangat swadaya dan gotong royong masyarakat Kampung Lepan menjadi bukti nyata kepedulian warga dalam menjaga konektivitas wilayah. Namun, masyarakat tetap menaruh harapan besar agar pembangunan jembatan permanen dapat segera diwujudkan melalui dukungan dan sinergi pemerintah serta seluruh pihak terkait.(Aan)













