Kapal Pemancing Asal Batam Tenggelam Di Laut Berakit, 9 Orang Hanyut Ditemukan Selamat Di 3 Lokasi

TNI AL, PPLP Tanjunguban, Basarnas saat berbincang dengan para penumpang kapal tenggelam sembari melakukan cek kesehatan di Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban sebelum dilakukan pengantaran ke Batam, Senin (12/5/2025) foto oleh Aan
banner 120x600

BINTAN-ignnews.id – Sebuah kapal pemancing tenggelam di Laut Berakit, Kecamatan Teluksebong Bintan pada Minggu (11/5/2025) dinihari kemarin. Kapal yang mengangkut 7 orang pemacing serta seorang tekong dan ABK terhempas ombak lebih dari 2 meter saat akan menuju Perairan Batu Putih yang merupakan perbatasan 3 negara Indonesia, Malaysia dan Singapura.Dihantam Ombak, Kapal Pemancing Tenggelam di Perairan Bintan.

Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Sugeng Riyono melalui Kepala Operasi Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul menjelaskan jika pihaknya laporan terkait hanyutnya seorang di Perairan Berakit sekitar pukul 16.55 WIB pada hari Minggu melalui VTS Batam. Saat itu diinformasikan ada seorang yang diselamatkan oleh kapal MV Magpie SW berbendera Panama di sekitar Laut Berakit dalam kondisi selamat.

“Saat itu Kapal Negara (KN) Kalimasadha-P.115 yang sedang berlabuh di sekitar Perairan Pulau Putri Batam langsung bersiap melakukan evakuasi dan sekitar pukul 21.45 WIB tiba di lokasi penemuan dan juga kapal MV Magpie SW untuk melakukan evakuasi 1 orang bernama Mahidi alias Boksang,” jelasnya saat di Dermaga Pangkalan PPLP Kelas II Tanjunguban, Senin (12/5/2025).

Setelah melakukan evakuasi dan mendapatkan informasi masih ada beberapa pemancing yang hanyut, KN Kalimasadha melakukan penyisiran beberapa jam di lokasi, namun hasilnya nihil. Sekitar pukul 00.10 WIB, KN Kalimasadha selanjutnya bergerak ke Pangkalan PPLP Kelas II Tanjunguban.

“Setelah sampai di Tanjunguban, kami mendapatkan informasi jika 6 orang pemancing berhasil diselamatkan dan berada di Pos AL Berakit, sedangkan 2 orang lainnya selamat dan berada di Pulau Kelong, Bintan Pesisir.

Sementara itu, Asops Pangkoarmada I Kolonel Laut (P) Nazaruddin menjelaskan bahwa kapal yang tenggelam tersebut dinaiki 9 orang. 7 orang merupakan pemancing serta 2 orang merupakan tekong dan ABK.

“9 orang ditemukan selamat oleh berbagai unsur stakholder terkait. 1 orang yakni kapten kapal bernama Mahidi alias Bosang, 65, berhasil diselamatkan MV Magpie SW lalu diserahkan ke KN Kalimasada dan dibawa ke dermaga Pangkalan PLP Tanjunguban,” terangnya

Sementara itu jelasnya, 6 orang lainnya diselamatkan oleh masyarakat setempat dan TNI AL di perairan Berakit, Bintan. Mereka kemudian dibawa ke Pos TNI AL di Berakit. Sedangkan 2 orang lainnya ditemukan selamat di Kelong, Bintan. Kedua orang tersebut juga kemudian dibawa ke Pos TNI AL di Berakit.

“Sebanyak 8 orang kami fasilitasi penjemputan dan pengantarannya dari Berakit menuju Tanjunguban untuk pemeriksaan kesehatan serta juga diantar menggunakan kapal TNI AL menuju Batam,” jelasnya.

Tekong kapal nahas tersebut, Mahidi alias Bosang (65) mencertitakan jika kapal bersama rombongan pemancing tersebut bertolak dari Telaga Punggur Batam menuju Perairan Lagoi pada Sabtu (10/5/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapal, ceritanya, sempat sampai di Perairan Lagoi dan melakukan pemacingan di lokasi tersebut. Usai memancing di Perairan Lagoi sekitar pukul 02.00 WIB Minggu (11/5/2025), kapal hendak menuju Batu Putih mencari spot mancing lainnya. Namun saat berada di Perairan Berakit, kapal dihantam ombak besar dan kemudian bagian belakang kapal mulai tenggelam.

“Bagian depan kapal naik tinggi dan bagian belakang langsung berlahan tenggelam karena masuk air. Ombaknya ngeri, adalah dua meter lebih. Saat mulai tenggelam langsung saya berikan semua orang life jaket dan saya siapkan dua ringbouy untuk pelampung dan berpegangan saat terombang ambing,” jelasnya.

Ia menjelaskan, sejak kejadian dinihari hingga pukul 11.00 WIB, 9 orang masih hanyut bersamaan karena berpegang pada ringbouy, namun kemudian dirinya terpisah dengan pemancing dan BK.

“Sekitar pukul 11 itu saya melihat ada pelampung hanyut lebih besar, jadi saya berenang kesitu dan mengikuti arus dengan tujuan mencari pertolongan, karena hanyut pelampung itu lebih cepat,” terangnya.

Sekitar pukul 5 sore lanjutnya, ia melihat kapal melintas dan langsung melambaikan tangan untuk meminta pertolongan. Kapal tersebut selanjutnya menghentikan pelayaran untuk menyelamatkannya.

“Saya bersyukur selamat, begitu juga ABK dan para pemancing. Kami semua dari Batam,” jelasnya.

Selain Mahidi alias Boksang, 8 korban tenggelam lainnya yaitu Arlius, Pak Feng, A Wahyu, Supri, Koh Jimmy, Wesly Malau, Hendra dan Agus yang merupakan anak buah kapal.(Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *