Ketersedian pasokan bahan kebutuhan pokok disebagian lapak dipasar Ranai mulai mengalami kekosongan cabai dan bawang
Ignnews.id, Natuna – Sudah hampir sepekan harga cabai dan bawang komoditas pangan strategis atau bahan kebutuhan pokok, harga pasarnya sering mengalami fluktuasi (naik turun) berdasarkan ketersediaan pasokan, distribusi, dan musim.
Sekarang ketersedian pasokan komoditas tersebut mengalami kekosongan dibeberapa lapak di pasar baru Ranai. Hal ini jelas membuat masyarakat harus berfikir dua kali untuk membelinya.
“Harga cabai per ons sekarang Rp.15 ribu, biasanya enam ribu sampai tujuh ribu per ons. Tapi kalau kita beli kiloan tergantung cabainya, kalau cabainya agak kurang bagus harganya Rp. 115 ribu tapi ada juga yang harganya Rp.150 ribu,” kata Imah warga Ranai saat dikonfirmasi media ini, Jumat (4/9/2026).
Ia mengatakan, sekarang ini harga cabai mengalami kenaikan cukup tinggi. Sebelumnya harga cabai sekilonya hanya 70 sampai 80 ribu.
“Kemarin harganya masih stabil, sekarang tidak ada yang bawah seratus lah. Biasanya harganya sekilo 70 sampai 80 ribu,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ramli pedagang di pasar baru ranai mengatakan, saat ini ketersediaan komoditas tersebut mengalami kekosongan dibeberapa tempat.
“Kalau sekarang yang ada ini hanya pasokan dari petani lokal yang terbatas. Makanya tidak tersebar seluruhnya,” jelasnya.
Kenaikan harga tersebut juga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai kondisi pasokan komoditas ke Natuna. Sebagai daerah kepulauan Natuna saat ini sebagian masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
Komoditas seperti cabai dan bawang selama ini didatangkan dari daerah lain dan kemudian didistribusikan menuju Natuna. Karena itu, warga menduga berbagai faktor seperti kelancaran pasokan, biaya distribusi, keterlambatan pengiriman maupun kondisi di daerah asal dapat memengaruhi harga di tingkat pedagang.
Namun, masyarakat berharap penyebab pasti kenaikan tersebut dapat segera diketahui melalui pengecekan pemerintah bersama instansi terkait. Laporan (Hardiansyah).













