Beranda Kepri Anambas Keperluan Mendesak, 7 Kapal Pukat Labuh Teluk Kuala Maras

Keperluan Mendesak, 7 Kapal Pukat Labuh Teluk Kuala Maras

390
0
Kapal pukat labuh di Teluk Kuala Maras dengan keperluan mendesak (foto Ignnews.id)

Ignnews.id,Anambas-Tujuh unit kapal pukat mayang berlabuh dilaut Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) dengan keperluan yang mendesak, dua orang Anak Buah Kapal (ABK) dibenarkan naik ke pelabuhan untuk berobat dan membeli sejumlah bahan sembako untuk kebutuhan mereka selama dilaut.

“Selain keperluan mendesak, para kapal pukat mayang tersebut berlindung dari ombak laut yang intensitasnya mengalami peningkatan,” ungkap Kepala Desa Kuala Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Nefpi Rupika kepada Ignnews.id ketika ditemui, Senin (28/9/2020).

Baca Juga:  Sejumlah Fraksi Setuju Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2019 Menjadi Perda

Menurutnya, dengan rasa kemanusian maka dibenarkan untuk kapal-kapal pukat tersebut berlabuh di teluk Kuala Maras. Kata dia, bagi ABK yang naik ke pelabuhan agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan ditentukan jumlahnya.

“Jika sudah selesai melakukan kepentingan maka ABK tersebut untuk segera kembali ke kapalnya. Mereka membelanjakan uangnya ke sejumlah kedai sembako milik warga sekitar dan berobat, ada memperbaiki mesin kapal yang rusak,” ucap dia.

Ia juga menghimbau kepada nelayan lokal untuk dapat lebih berhati-hati ketika pergi melaut saat ini. Keadaan cuaca kurang mendukung dan lebih mengutamakan keselamatan yang paling penting.

Baca Juga:  Pasien Alami Sakit Berat Pasti Dilakukan Rujukan, Ada Apa?

“Gunakan alat keselamatan ketika melaut bagi seluruh nelayan lokal Desa Kuala Maras,” harap dia.

Sementara itu, Hendriane seorang pemuda Kuala Maras mengatakan, dirinya berharap petugas covid-19 dapat lebih memperketat protokol kesehatan terhadap seluruh ABK kapal Pukat mayang ketika hendak kepermukiman warga.

“Harus patuhi protokol kesehatan terhadap seluruh ABK kapal pukat. Kami masyarakat tidak melarang, namun peraturan harus dipatuhi. Kami tidak ingin hal itu hanya isapan jempol saja. Setelah usai keperluan mendesak maka kami harapkan kapal tersebut keluar dari teluk Kuala Maras,” tegas dia. (Fendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here