Terus Berkontribusi Untuk Pendidikan, PT BIIE Kembangkan SDM Lokal Lewat Seminar Dan Kunjungan Industri

Perwakilan siswa siswi SMKN 1 Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam bersama guru dan manajemen PT BIIE saat acara Seminar dan Kunjungan Industri di Wisma BIIE, Rabu (25/6/2025) foto oleh Aan
banner 120x600

Terus Berkontribusi Untuk Pendidikan, PT BIIE Kembangkan SDM Lokal Lewat Seminar Dan Kunjungan Industri

BINTAN-ignnews.id – PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE) selaku pengelola kawasan Bintan Industrial Estate (BIE) terus memberikan kontribusi untuk sektor pendidikan lokal. Kali ini seratus siswa SMK di Kecamatan Bintan Utara dan Seri Kuala Lobam diberikan seminar dan berkunjung langsung ke dunia industri.

Bertempat di Auditorium Wisma BIIE di Seri Kuala Lobam pada Rabu (25/6/2025), PT BIIE memulai kunjungan industri bagi siswa SMK dengan melakukan seminar. Sebanyak 100 siswa dan siswi dari SMKN 1 Bintan Utara dan SMKN 1 Seri Kuala Lobam diberikan pemahaman dan juge pengetahuan seputar Kawasan BIE dan juga sejumlah usaha dan perusahaan di kawasan tersebut.

Dikemas dengan sejumlah yel-yel dan juga pretes, seluruh siswa dibuat semangat dan antusias. Ditambah dengan narasumber yang memberikan pengetahuan dengan lugas, seluruh peserta tampak semangat dan fokus namun dengan suasana yang ceria.

Dengan mengusung tema SDM Terampil dan Kompetitif di Dunia Industri, PT BIIE ingin meningkatkan kesiapan dan daya saing generasi muda menghadapi dunia kerja. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari sejumlah tenant Kawasan Industri BIE, di antaranya PT CCI, PT IS Premier, PT BOMC, PT NEI, PT Bionesia dan PT Singatac, yang berkontribusi aktif dalam pelaksanaan acara.

Penampilan yel-yel salah satu kelompok siswa siswi SMK sebelum memulai seminar dan kunjungan industri di Wisma BIIE Seri Kuala Lobam, Rabu (25/6/2025)

Dalam sambutannya, General Manager PT BIIE, Aditya Laksamana yang diwakili oleh Dian Azhari Syam selaku Division Head Admin and Legal mengatakan jika pengembangan sektor pendidikan merupakan DNA PT BIIE sejak awal mula berdiri.

“Jadi kami PT BIIE sudah konsen terhadap dunia pendidikan sejak perusahaan ini berdiri. Ini sesuai dengan visi dari direksi perusahaan kami. Bukan FOMO kalau istilah anak muda saat ini,” ucapnya di depan para siswa dan juga guru.

Ia menambahkan, pengembangan SDM lokal atau tempatan sudah dicanangkan sejak awal. Ini karena perusahaan yakin dan percaya jika SDM tempatan mampu bersaing dan menjadi bagian pembangunan dunia industri di sekitarnya.

“Kami percaya jika investasi untuk pendidikan anak-anak tempatan merupakan hal yang memberikan kontribusi jangka panjang untuk membangun SDM lokal sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” terangnya.

Ia menjelaskan, pihaknya juga mengelola Yayasan Bintan Resort yang secara berkelanjutan mengembangkan sektor pendidikan di Bintan mulai dari sekolah dasar hingga pendidikan tinggi untuk anak-anak Bintan.

“Untuk di Kawasan BIE ini sangat banyak menyerap tenaga kerja lokal. Untuk Tenaga Kerja Asing (TKA) disini di bawah 1 persen saja,” ungkapnya.

Ia menambahkan juga, kunjungan industri dan seminar untuk siswa SMK merupakan sarana edukatif yang menjadi jembatan kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan dalam mencetak SDM yang kompeten, berintegritas, dan siap bersaing di pasar kerja.

“Kami membekali para siswa dengan soft skill dan wawasan dunia kerja yang akan memperkuat kesiapan mereka memasuki industri. Harapan kami, generasi muda lokal dapat tumbuh menjadi tenaga profesional berstandar internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kepri Andi Agung yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Suhono menyampaikan pentingnya kolaborasi SMK dengan dunia industri di sekitarnya agar meningkatkan pengalaman yang nyata di dunia kerja.

Salah seorang siswa SMK saat bertanya seputar dunia industri saat acara seminar dan kunjungan industri di Wisma BIIE Seri Kuala Lobam, Rabu (25/6/2025)

Ia mengatakan, SMK merupakan SDM yang dibentuk untuk memenuhi SDM yang terampil di dunia kerja. Untuk di Kepri saja tahun ini ada dua SMK baru yang dibangun di Batam.

“Harapan saya ini diperluas, tidak hanya SMK di Bintan Utara atau Seri Kuala Lobam, tapi juga di SMK lainnya, sehingga semua akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa bersentuhan langsung dengan dunia kerja yang lebih luas dan variatif,” sebutnya.

Ia juga menyampaikan jika serapan tenaga kerja untuk lulusan SMK di Kepri pada tahun 2023 sebesar 5 persen untuk industri. Jumlah tersebut meningkat sebesar 85 persen lulusan SMK terserap di dunia industri.

“Tentunya dengan pembelajaran seperti ini akan terus meningkatkan standar SDM untuk dunia industri. Untuk SMK juga hingga kini mendapatkan minat yang tinggi untuk di Kepri,” ungkapnya.

Pada seminar dan kunjungan industri kali ini, para narasumber yang merupakan praktisi dari perusahaan tenant berbagi materi yang mencakup Gambaran umum Kawasan Industri BIE serta peluang karier di dalamnya, Teknik menyusun Curriculum Vitae (CV) yang menarik dan profesional, Strategi menghadapi wawancara kerja secara efektif dan Penerapan prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan industri.(Aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *