BINTAN-ignnews.id – Sebanyak 30 persen lebih pelanggan Sistem Penyedia Air Minum Ibu Kota Kecamatan (SPAM IKK) Seri Kuala Lobam, Bintan menunggak pembayaran tagihan. Akibatnya keuangan pengelola tak berimbang dan kini dalam kondisi minus.
Pardo, Ketua Pengelola SPAM IKK Seri Kuala Lobam mengungkapkan jika pelanggan SPAM IKK yang menunggak bervariasi, ada yang tertunggak 3 bulan, 6 bulan bahkan hingga setahun lebih tidak bayar.
“Sekitar 30-40 persen lah yang menunggak. Untuk iuran perbulan itu rata-rata setiap pelanggan atau rumah dikenakan biaya Rp 36 ribu,” katanya saat RDP di Kantor DPRD Bintan beberapa hari lalu
Untuk itu, ia meminta kepada pihak-pihak terkait terutama Pemkab Bintan membuat aturan untuk penagihan agar pengelolaan SPAM IKK tetap berjalan dengan kondisi keuangan yang memadai.
“Setiap bulannya untuk biaya listrik saja berkisar di antara Rp 46 juta hingga Rp 55 juta. Kemudian beban biaya pengelola sebanyak 8 orang yang bekerja untuk pengelolaan dan pengawasan,” jelasnya.
Ia mengatakan, untuk kondisi keuangan SPAM IKK saat ini sudah minus, ini disebabkan pengeluaran perpindahan ponton mesin dan perpanjangan pipa saat musim kemarau di awal Bulan Puasa.
“Sekarang sebulan lebih memang tidak beroperasi lagi karena debit air yang surut. Tapi saat perpindahan mesin ke tengah kolam, butuh biaya dan kini kas kami sudah minus,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dalam pengelolaan SPAM IKK memang membutuhkan kerjasama dari semua pihak, termasuk pelanggan yang harus tertib pembayaran agar pengelolaan tetap lancar.(Aan)













