BINTAN-ignnews.id – Waduk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Ibu Kota Kecamatan (IKK) Seri Kuala Lobam mengalami penyusutan yang drastis. Waduk seluas lebih kurang 6 hektare yang berada di Kampung Lepan, Desa Kuala Sempang itu pun sudah berhenti beroperasi sejak dua pekan lalu.
Waduk yang merupakan bekas lahan eks tambang pasir itu hanya terlihat tiga kubangan air dengan debit yang sedikit, di sekitarnya tampak gersang dan terlihat dikelilingi kebun sawit yang tumbuh berjejer rapi.
Di dekat waduk tersebut, tertulis plang Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Batam, Satker Operasi dan Pemeliharaan Sumatera IV. Menurut keterangan yang diterima awak media, bahwa di waduk tersebut di bawah naungan BWS (Balai Wilayah Sungai) sesuai dengan plangnya.
Sekitar 900 dari Waduk SPAM IKK, ada kolam eks tambang pasir yang luasnya hampir sama, bedanya kolam tersebut tidak mengalami penyusutan, bahkan antara kolam dan waduk SPAM terhubung dengan parit selebar 2 meter dan dalam sekitar 1,5 meter. Perbedaan dua penampung air ini yang mencolok, pasalnya kolam eks tambang pasir dekat Kampung Lepan masih banyak dikelilingi hutan dan semak belukar, meski ada sebagian terlihat terbakar.
Di sebelah kolam eks tambang pasir Sei Lepan, ada waduk yang cukup luas dan masih banyak menyimpan air, terlihat warga sekitar mengambil air dengan jerigen di kolam. Bahkan ada satu kolam lagi tak jauh dari Kampung Lepan yang masih menampung air dengan warga yang jernih. Ketiga kolam ekstambang ini berapa di lintasan pipa air Waduk SPAM IKK Seri Kuala Lobam.
Dari informasi di lokasi, kondisi Waduk SPAM IKK Seri Kuala Lobam di Kampung Sei Lepan wajar saja mengalami penyusutan tajam di musim kemarau ini. Selain memang pengambilan air yang cukup banyak, kondisi sumber air kurang memadai karena sekeliling waduk tidak terjaga hutan serapan airnya.
Sementara itu, kondisi terhenti pasokan air bersih dari SPAM IKK Seri Kuala Lobam dibenarkan oleh Camat Seri Kuala Lobam Nona Yani Manupasa Abbas, ia mengatakan debit air sudah dapat dikatakan kosong dibandingkan kondisi normal.

“Waduk sudah kosong karena musim panas saat ini,” katanya.
Terpisah, Kepala Desa Kuala Sempang Mohammad Hatta mengatakan jika di wilayah Kampung Lepan terdapat beberapa kolam ekstambang pasir yang kini memang menjadi sumber air, salah satunya kolam yang dijadikan Waduk SPAM IKK Seri Kuala Lobam.
“Namun beberapa kolam ekstambang yang kini banyak menampung air itu masih milik pengusaha. Bisa saja beberapa kolam yang ada airnya dipergunakan, namun tentunya kita selaku pemerintah harus berkoordinasi dan berdiskusi dengan pemilik lahan,” katanya.
Soal tiga kolam ekstambang yang kini masih banyak menampung air bersih, Hatta menjelaskan lokasinya memang cocok untuk sumber air cadangan, apalagi memang ketiga kolam berada di lintasan pipa SPAM IKK, sehingga tidak memerlukan instalasi yang begitu banyak.
“Saya kira jika semua pihak berkolaborasi, mungkin pasokan dari cadangan air bersih ini bisa menjadi pasokan alternatif. Namun semua harus didudukan bersama dan membuat mekanisme regulasi yang tepat, agar tidak ada masalah di kemudian hari,” ungkapnya. (Aan)













