DPRD Tanjungpinang Janji Sidak Mr Blitz, Keluarga Korban Berharap Wamenaker Turun Tangan

Ketua DPRD Tanjungpinang Agus Jurianto saat memimpin RDP bersama keluarga Khairul Anam pada 5 Mei 2025 lalu.F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews, TANJUNGPINANG – Kasus hilangnya ijazah eks karyawan Mr Blitz di Tanjungpinang masih menjadi sorotan publik. Namun, hingga Kamis (17/7/2025), inspeksi mendadak (sidak) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tanjungpinang ke Mr Blitz belum juga terlaksana.

Ketua DPRD Tanjungpinang, Agus Djurianto, membenarkan bahwa pihaknya belum turun ke lokasi. Ia beralasan, “Memang benar kami belum turun, masalahnya saat ini sibuk rapat, kegiatan ini mungkin sampai sebulan ke depan.”

Alasan ini dikhawatirkan dapat melemahkan kepercayaan masyarakat terhadap wakil rakyat. Publik berharap kasus ijazah karyawan Mr Blitz ini segera terselesaikan. Namun, sejak Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD pada 5 Mei 2025 lalu, janji sidak tersebut masih menjadi “omongan kosong”.

“Ya, nanti saya koordinasi kembali dengan teman-teman Dewan lain untuk turun,” janji politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD Tanjungpinang, Sarifah Elfizana, telah menyesalkan ketidakhadiran pihak Mr Blitz dalam RDP tersebut. “Mereka tidak serius menanggapi surat kami. Seperti tidak menghargai lembaga DPRD, saya sepakat untuk turun langsung,” ujar politisi NasDem itu.

Ketua DPRD Tanjungpinang, Agus Djurianto, juga menegaskan perlunya tindakan langsung ke lokasi. “Permasalahan ini harus dilihat langsung. DPRD akan turun bersama Disnaker, BPPRD, dan bila perlu Disnaker Provinsi Kepri,” tegasnya kala itu.

Rapat tersebut turut dihadiri anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang lainnya, antara lain Setiyo Agus Utomo, Sabri, Frengki Simanjuntak, dan Yandi Andrian. Sidak ke Mr Blitz dijadwalkan akan dilakukan dalam waktu dekat sebagai langkah konkret pengawasan dan perlindungan hak pekerja di Kota Tanjungpinang.

Mediasi Buntu, Pihak Mr Blitz Belum Klarifikasi Polisi
Di sisi lain, perkembangan kasus di ranah kepolisian menunjukkan bahwa pihak penyidik belum lama ini kembali meminta klarifikasi saksi korban, yaitu paman korban Mul Akhyar, Hasim, Miftahul Ulum, dan Khairul Anam. Namun, pihak Mr Blitz sendiri belum kunjung diminta klarifikasi.

Mul Akhyar, paman mantan karyawan Blitz tersebut, bahkan telah mengirimkan surat resmi kepada Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer atau Nuel, menceritakan semua persoalan tersebut. Tragisnya, di tengah kasus yang belum selesai, orang tua Khairul Anam meninggal dunia.

“Kami minta Pak Wamenaker Pak Immanuel Ebenezer, turun lah ke Tanjungpinang. Hari ini orang tua kami meninggal dunia. Orang tua si Anam, meninggal kemarin malam. Sehari sebelum meninggal, dia sempat menanyakan kasus Anam kapan selesai,” ujar Mul Akhyar penuh duka.

Penyelesaian Kekeluargaan Mr Blitz dan Pihak Anam Buntu
Sebelumnya, mediasi antara pengusaha Mr Blitz dengan mantan karyawan yang dilakukan di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau pada April lalu, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kasus tersebut secara bipartit.

Dalam kesimpulannya, disebutkan bahwa “pihak pekerja dan pihak pengusaha sepakat proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau telah selesai.” Selain itu, “pihak pekerja dan pihak pengusaha sepakat untuk menyelesaikan permasalahan kehilangan ijazah dan hak pekerja sebagai konsekuensi PHK akan diselesaikan secara sekaligus secara bipartit oleh kedua belah pihak.”

Namun, penyelesaian secara kekeluargaan (bipartit) tersebut tidak menemui titik temu alias buntu. Manager Mr Blitz, Yeza Eka Safitri, yang dikonfirmasi terkait penyelesaian ini belum memberikan jawaban. Pesan WhatsApp yang dilayangkan kepadanya tidak digubris.

Mul Akhyar membenarkan kebuntuan penyelesaian kekeluargaan dengan Mr Blitz. “Satu poin yang tidak menemukan kata sepakat, sehingga penyelesaian kekeluargaan itu tidak disepakati,” ujarnya.***

Penulis : Suaib/Erdeka Group

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *