Instruksi Amsakar dan Li Claudia, BP Batam Geber Penyelesaian Peremajaan Underpass Pelita

Instruksi Amsakar dan Li Claudia, BP Batam Geber Penyelesaian Peremajaan Underpass Pelita.F-Humas BP Batam
banner 120x600

IGNNews.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mengejar penyelesaian proses peremajaan Underpass Pelita sebagai bagian dari komitmen penguatan kualitas infrastruktur publik, keselamatan pengguna jalan, serta keindahan estetika perkotaan.

Program revitalisasi ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra yang menempatkan pembenahan fasilitas publik sebagai prioritas utama pelayanan kepada masyarakat.

Peningkatan kualitas kawasan underpass tidak sekadar berfokus pada perbaikan fisik semata, melainkan juga menghadirkan ruang jalan yang lebih aman, fungsional, dan tepercaya sebagai representasi kemajuan infrastruktur Kota Batam.

Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, menjelaskan bahwa seluruh pengerjaan revitalisasi dilakukan secara teliti dengan tetap menjaga integritas struktur utama bangunan agar kekuatannya tidak terganggu.

Petugas di lapangan secara khusus menghindari pengerjaan pengeboran pada bagian atap underpass dan kini tengah memfokuskan pengerjaan pada pembuatan tutup saluran drainase serta penambahan struktur penguat lightbox agar lebih kokoh dan berdaya tahan tinggi.

Untuk meningkatkan sistem pengamanan kawasan, BP Batam juga telah memasang sejumlah titik kamera pengawas (CCTV) guna mencegah potensi aksi pencurian komponen infrastruktur maupun kejahatan vandalisme.

BP Batam menargetkan seluruh rangkaian peremajaan Underpass Pelita akan rampung sepenuhnya pada akhir Juli 2026, sehingga fasilitas penunjang kelancaran lalu lintas tersebut dapat kembali digunakan secara optimal oleh masyarakat luas.

Pihak BP Batam turut mengimbau seluruh pengguna jalan dan warga Kota Batam untuk bersama-sama merawat serta menjaga kebersihan seluruh fasilitas umum yang telah dibangun.

Kesadaran kolektif untuk menjaga aset daerah dari tindakan perusakan diyakini menjadi kunci agar manfaat pembangunan infrastruktur ini dapat dirasakan secara aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *