Komisi IV DPRD Bengkalis Bedah Strategi Kemandirian BLUD di RSUD Arifin Achmad

Komisi IV Saat Ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau.F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews.id, Pekanbaru – Guna memperkuat sistem kesehatan di Negeri Junjungan, Komisi IV DPRD Kabupaten Bengkalis melakukan kunjungan kerja strategis ke RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau, Kamis (26/3/2026). Kunjungan ini fokus pada pendalaman strategi pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) demi mewujudkan kemandirian rumah sakit dan pelayanan yang lebih humanis.

Rombongan yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV, Irmi Syakip Arsalan, bersama Wakil Ketua DPRD Bengkalis, H. Misno, disambut langsung oleh manajemen RSUD Arifin Achmad. Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa RSUD Arifin Achmad kini telah bertransformasi menjadi rumah sakit rujukan utama tipe A dengan tingkat kemandirian keuangan mencapai 87 persen.

Kemandirian Finansial Sebagai Kunci Layanan
Irmi Syakip Arsalan menyoroti pentingnya fleksibilitas pengelolaan dana BLUD. Menurutnya, meski aturan sudah lama ada, implementasi di daerah seringkali masih kaku.

“Kita melihat RSUD Arifin Achmad mampu mandiri dengan dukungan APBD hanya 13 persen. Ini adalah referensi penting bagi rumah sakit di Bengkalis untuk mengoptimalkan BLUD, sehingga kita tidak melulu bergantung pada anggaran daerah namun tetap mampu memberikan kepuasan maksimal kepada pasien,” ujar Irmi.

Ia juga menekankan perlunya solusi konkret terhadap masalah klasik, seperti kelangkaan obat dan proses pengadaan alat kesehatan yang birokratis. “Kami ingin sistem pendaftaran dan administrasi lebih humanis, tidak berbelit-belit,” tambahnya.

Tantangan Tenaga Medis dan Klaim BPJS
Di sisi lain, Direktur Medik RSUD Arifin Achmad, Ns. Widodo, menjelaskan bahwa tantangan utama saat ini adalah kekurangan tenaga perawat meski fasilitas tempat tidur sudah memenuhi standar BPJS. Terkait pendapatan, pihak rumah sakit menargetkan angka Rp490 miliar tahun ini, di mana 98 persen sumbernya berasal dari klaim BPJS.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi IV, Samsu Dalimunthe, sempat mempertanyakan durasi klaim BPJS pasien jantung yang dinilai memakan waktu lama. Sementara itu, Wakil Direktur Keuangan Eko Susilo Hariadi menjelaskan bahwa pihaknya terus membenahi sistem kefarmasian dan pemberian insentif medis yang kompetitif untuk menjaga kualitas SDM.

Potret BLUD di Bengkalis
Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, Ermanto, turut memaparkan progres positif di daerah. Saat ini, 21 Puskesmas di Bengkalis sudah berstatus BLUD dengan tren pendapatan yang terus meningkat, mencapai Rp33 miliar pada tahun 2025.

Namun, tantangan berbeda dirasakan di lapangan. RSUD Mandau melaporkan tingkat kemandirian baru di angka 60 persen dan masih kekurangan dokter spesialis tertentu, sementara RSUD Rupat tengah bersiap untuk berstatus BLUD.

Melalui studi banding ini, DPRD Bengkalis berharap ada sinergi kuat antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Tujuannya satu: memastikan masyarakat Bengkalis mendapatkan layanan kesehatan profesional, berstandar tinggi, dan didukung oleh manajemen keuangan yang sehat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *