Beranda Kepri Anambas Lindungi Penyu, LKKPN Butuh Kerjasama Semua Pihak

Lindungi Penyu, LKKPN Butuh Kerjasama Semua Pihak

116
0
Tim LKKPN saat berada diwilayah konservasi penyu disalah satu pulau di Anambas.

Ignnews.id,Anambas-Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru melalui Wilayah Kerja (Wilker) Taman Wisata Perairan (TWP) Anambas sejak tahun 2014 hingga kini terus melakukan upaya sosialisasi perlindungan penyu kepada stakeholder maupun masyarakat yang ada di Kepulauan Anambas.

Sosialisasi yang telah dilakukan dengan cara sosialisasi regulasi, partisipasi di festival Padang Melang, kegiatan Conservation Goes To School (SMP dan SMA), penyampaian pesan konservasi melalui SMS, pembuatan dan pemasangan pamflet terkait konservasi dan pembinaan kelompok masyarakat penggiat konservasi, dan pertemuan berkala dengan unsur-unsur pemerintah daerah dan penegak hukum.

Fajar Kurniawan, ST. M.AP. M. MG Kepala Loka Kawasan Konservasi Perairan Nasional (LKKPN) Pekanbaru, mengatakan bahwa pihaknya juga sudah melakukan pemantauan bersama pihak terkait.

Baca Juga:  Polres Anambas Berkurban Lima Ekor Sapi

“Respon kasus atau laporan dari masyarakat terbilang cepat dengan tim terpadu LKKPN, PSDKP, DKP Kepri Cabdis Anambas, DP3 KKA, Pol Air dan Lanal Tarempa,” ujar Fajar selaku Kepala LKKPN,Selasa (15/9/2020).

Fajar menjelaskan, definisi penangkaran dan perizinan penangkaran itu ada di PerMenHut P.19 2005. Di Anambas tidak ada kegiatan penangkaran penyu yang berijin. Yang ada adalah upaya pelestarian penyu di 2 lokasi.

“Saat ini ada 2 lokasi upaya pelestarian penyu yang ada di Anambas yaitu, di Pulau Pahat oleh Premier Oil, dan Jemaja oleh Pak Burhan (Masyarakat),” sebutnya.

Baca Juga:  Telkom Kewalahan Melayani Pelanggan Indihome

Hal itu mengacu pada PermenHut No P.19/MenHut-II/2005 tentang penangkaran dan satwa liar.

Penangkaran adalah upaya perbanyakan melalui pengembangbiakkan dan pembesaran tumbuhan dan satwa liar dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya. Khusus penyu, yang bisa dilakukan adalah dalam bentuk penetasan dan langsung melepasnya ketika penyu tersebut sudah menetas.

Pihak LKKPN mengaku pihaknya tidak bisa memungkiri Terkait adanya penjualan telur penyu di Anambas, bahwa saat ini memang masih ada yang melakukan penjualan telur penyu.

“Bila ada laporan dari masyarakat, kami melakukan tindak lanjut dengan mendatangi oknum atau tempat penjulan telur penyu dan kami sampaikan regulasi mengenai penyu termasuk ancaman hukumannya,”sambungnya.

Baca Juga:  Sepekan Mengapung Kapal Angkut Sapi Selamat

Kata dia lagi, perlu upaya kerja sama dari berbagai pihak untuk melakukan pengawasan dan penindakan sebagai antisipasi terjadinya penjualan telur penyu atau sebagainya.

Ia mengatakan,pada tanggal 10 juli pihaknya menemukan masyarakat yang melakukan penjualan telur penyu di Desa Sri Tanjung, Kecamatan Siantan.

“Kami langsung lakukan sosialisasi dan pembinaan kepada oknum yang menjual telur penyu tersebut,”tutupnya. (Julina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here