Ignnews.id, TANJUNGPINANG – Puluhan pendekar silat dari berbagai perguruan di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) mendatangi gelanggang Kick Boxing di Good Brother’s Fitness Centre, Jalan MT Haryono, pada Minggu (13/7). Kunjungan ini merupakan agenda silaturahmi sekaligus sosialisasi peraturan pencak silat tahun 2025.
Ketua IPSI Tanjungpinang, Iptu Syamsuriya, menegaskan bahwa menjaga silaturahmi antaraliran beladiri adalah keharusan yang perlu dilestarikan. Menurutnya, ini menjadi momentum untuk saling menyemangati dalam meraih prestasi, khususnya mengharumkan nama Kota Tanjungpinang di cabang olahraga beladiri.
“Apapun aliran beladiri kita, mau silat, Kick Boxing, Wushu Sanda, dan lainnya, bukan suatu halangan untuk kita saling pererat silaturahmi, karena sama-sama bertujuan untuk berkontribusi positif terhadap Kota Tanjungpinang,” terang Surya dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Surya menjelaskan bahwa silaturahmi ini adalah peluang bagi para atlet untuk bertukar pengalaman. Mengingat antara Silat, Kick Boxing, dan Wushu Sanda tidak memiliki perbedaan yang begitu signifikan dalam aturan pertandingan.
“Saya juga melihat ada beberapa atlet silat juga berlaga di pertandingan Wushu maupun Kick Boxing, ini peluang yang baik untuk para atlet mengembangkan pengalaman dan meraih banyak prestasi,” kata Ketua IPSI Tanjungpinang ini.
Salah satu atlet silat sekaligus pelatih kick boxing, Brandes Yusuf Mamuaya, mengaku tidak kesulitan beradaptasi dengan perbedaan aliran. Brandes justru melihat kehadiran ragam aliran pertandingan beladiri sebagai peluang baik bagi Kota Tanjungpinang untuk mengumpulkan medali.
“Dengan kata lain, atlet silat juga bisa berlaga di gelanggang Kick Boxing maupun Wushu Sanda, begitu juga sebaliknya. Ini peluang besar untuk mengharumkan nama Kota Tanjungpinang, tinggal penyesuaian dari atletnya terhadap beberapa perbedaan dalam pertandingan,” jelasnya.
Kegiatan ini diawali dengan sambutan hangat dari para pengurus IPSI, Kick Boxing, maupun Wushu, diselingi dengan pertarungan ekshibisi lintas aliran, dan ditutup dengan sosialisasi aturan pertandingan 2025 oleh wasit juri bersertifikasi internasional, Bapak Khaidir.













