RSUD Tarempa Punya Alat Canggih, DPRD Anambas Desak Dinkes Segera Siapkan Tenaga Operator

Kehadiran peralatan medis modern bantuan Kementerian Kesehatan di RSUD Tarempa menjadi angin segar bagi dunia kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas.F-Istimewa
banner 120x600

IGNNews.id, Anambas – Kehadiran peralatan medis modern bantuan Kementerian Kesehatan di RSUD Tarempa menjadi angin segar bagi dunia kesehatan di Kabupaten Kepulauan Anambas. Namun, Anggota DPRD Kepulauan Anambas, Abdul Hakim, mengingatkan bahwa kecanggihan alat tersebut akan sia-sia tanpa dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) atau tenaga operator yang kompeten.

Abdul Hakim mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Anambas untuk bergerak cepat melengkapi kebutuhan tenaga ahli agar fasilitas medis tersebut bisa segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Beberapa alat medis memang sudah ada operatornya. Namun, untuk peralatan yang belum memiliki tenaga ahli, harus segera dicari solusinya, baik melalui rekrutmen maupun pelatihan, agar pelayanan kesehatan bisa maksimal,” ujar Abdul Hakim, Jumat (17/4/2026).

Diagnosa Lebih Cepat, Tekan Angka Rujukan

Saat ini, RSUD Tarempa telah memiliki sejumlah peralatan krusial, di antaranya alat EKG (rekam jantung), fasilitas kemoterapi untuk pasien kanker, hingga perangkat rontgen terbaru. Keberadaan fasilitas ini diproyeksikan mampu mempermudah masyarakat mendapatkan akses pengobatan tanpa harus dirujuk ke luar daerah yang memakan biaya besar.

Anggota DPRD Kepulauan Anambas, Abdul Hakim.F-Istimewa

“Dengan adanya alat kemoterapi dan rontgen di daerah sendiri, diagnosa bisa dilakukan lebih cepat dan akurat. Namun, semua kemudahan itu kembali lagi pada kesiapan SDM yang mengoperasikannya,” tegas legislator Anambas tersebut.

Dorong Langkah Strategis Dinkes

Guna mengatasi ketimpangan antara ketersediaan alat dan tenaga medis, Abdul Hakim menyarankan agar Dinkes segera mengambil langkah strategis. Selain pelatihan teknis bagi staf yang ada, ia juga mengusulkan adanya kerja sama dengan rumah sakit rujukan yang lebih berpengalaman untuk transfer pengetahuan.

“Investasi besar pada alat kesehatan ini jangan sampai tidak terpakai. Jika fasilitas lengkap dan tenaga medisnya mumpuni, masyarakat akan semakin percaya dan tidak ragu lagi untuk berobat di daerah sendiri,” pungkasnya.(Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *