Beranda Kepri Anambas Pelaku UMKM Masih Gaptek Pasarkan Produk Olahanya

Pelaku UMKM Masih Gaptek Pasarkan Produk Olahanya

157
0
Usman selaku Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Kabupaten Kepulauan Anambas. (foto Ignnews.id)

Ignnews.id,Anambas-Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindakop dan UMKM) Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) akan motivasi kepada pelaku usaha dalam memasarkan produk olahanya melalui aplikasi online.

Kepala Disperindakop dan UMKM, Usman mengatakan, dirinya telah diperintahkan dari Bupati Kepulauan Anambas untuk berkoordinasi dengan pihak Tokopedia, Shopie dan Aruna memberi bimbingan teknis kepada seluruh pelaku UMKM KKA.

Era digital pemasaran perdagangan yang terus berkembang lebih mudah dilakukan melalui aplikasi online. Namun diketahui sejumlah UMKM KKA masih Gagap Teknologi (Gaptek) untuk memasarkan hasil produk olahanya.

Baca Juga:  Masa Pademi Covid-19 MedcoEnergi Optimis Beroperasi

“Kita akan lakukan bimtek kepada pelaku UMKM binaan Pemda Anambas. Memasarkan produk untuk saat ini lebih dominan melalui aplikasi online,”ungkap Usman selaku Kepala Disperindakop dan UMKM KKA kepada wartawan diruang kerjanya, Senin (29/6/2020).

Kata dia, selama masa pendemi covid-19 sejumlah pelaku usaha dinilai masih belum berdampak signifikan terhadap dagangannya. Hal itu dinilai para pelaku UMKM masih tertib membayar iuran dana bergulir yang digunakan.

“Kalau mengeluh belum ada dari UMKM dan ironinya para UMKM masih lancar melakukan penyetoran dana bergulirnya,”sebut dia.

Baca Juga:  Haris-Wan Peluang Menuju Istana, Ada Apa?

Ia juga menyebutkan, sebelumnya pihak Pemda Anambas telah melakukan MoU dengan sejumlah toko online nasional seperti Tokopedia, Shopie dan Aruna bahkan Bukalapak pihaknya telah melakukan kunjungan namun belum dilakukan MoU.

“Sejumlah produk hasil olahan masyarakat KKA sudah masuk pasar nasional melalui aplikasi online tersebut. Bahan produknya seperti kerupok atom, abon ikan, kue-kue khas anambas,”ujar dia.

Lanjut Usman, pelaku UMKM di Anambas sebanyak 3772 dan pihaknya juga menyediakan tempat galeri pemasaran produk olahan UMKM. Selama pandemi covid-19, galeri tersebut ditutup dan pihaknya akan akan menggelar pembinaan terhadap UMKM melalui bimtek pada tahun 2020.

Baca Juga:  Pilkada Anambas Desember 2020, Apakah Tertunda?

“Sekarang kita sudah mulai lakukan pemasaran produk untuk pelaku UMKM Anambas melalui aplikasi online,”tukas dia. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here