Beranda Kepri Anambas Perayaan HAN 2020 Tertunda Akibat Covid-19

Perayaan HAN 2020 Tertunda Akibat Covid-19

18
0
Tampak foto Kantor KPPAD Anambas (foto Ignnews.id)

Ignnews.id,Anambas- Akibat masa pandemi covid-19 perayaan Hari Anak Nasional (HAN) tidak dirayakan seperti sediakalanya, namun semangat terus dikibarkan dan rencana kegiatan mengalami kendala.

Ronald Sianipar selaku Ketua Komisi Pengawasan dan Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) mengatakan, sejak bulan Januari 2020 pihaknya telah menentukan agenda kegiatan dalam rangka perayaan HAN ini bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2TP2A).

“Kami berharap dilaksanakan kegiatan tersebut. Seperti pada tahun sebelumnya. Akibat pandemi covid-19 semua kegiatan tersebut tidak dilaksanakan,” ungkap Ronal S kepada Ignnewas.id, Jum’at (24/7/2020).

Baca Juga:  Wilayah Perbatasan Terkoneksi Jaringan Telekomunikasi

Kata dia, beberapa waktu lalu pihak KPPAD sudah menggesa Dinsos (Dinas sosial) agar segera membentuk forum anak disetiap Kecamatan dan setiap Desa. Pada bulan Februari 2020 forum anak tersebut sudah terbentuk di Tarempa bahkan di daerah palmatak.

“Setelah terbentuknya forum anak tersebut, KPPAD akan melaksanakan jambore anak seperti perlombaan atau kegiatan-kegiatan yang memotivasi anak, tapi sayangnya hal ini bertentangan dengan covid19 yang belum berlalu sejak 2019 lalu,” ucap dia.

Tambahnya, kemarin tanggal (22/07) KPPAD mendapat penghargaan dari KPAI, dengan adanya penghargaan tersebut, KPPAD berkoordinasi dengan Dinsos, B2TP2A, dan forum anak untuk membuat pola yang berbeda agar anak-anak lebih di perhatikan sesuai amanah dalam undang-undang bahwa hak-hak anak harus dilindungi.

Baca Juga:  Kasus Pembunuhan Telah Disidangkan Secara Online

“Ya benar, kemarin kita Anambas mendapatkan penghargaan dari KPAI,” sebut dia.

Sejauh ini, kasus tertinggi di anambas ini adalah pencabulan yakni sekitar 98%. Ada 2 masalah kendala dalam penanganan kasus pencabulan, yang pertama pihak keluarga belum siap, dan yang kedua untuk mengumpulkan bukti masih kurang tepat.

“Ada 3 kasus pencabulan yang akan di ungkap KPPAD. Terkait masalah pencabulan ini KPPAD bersama kasatreskrim akan menelusuri dan turun langsung ke lokasi kejadian,” ujarnya.

Lanjut dia, jika warga setempat tidak berani melaporkan kasus ini, maka beliau sendiri yang akan melaporkan. Karena mengingat pemahaman warga terhadap hukum masih sangat minim.

Baca Juga:  Pemda Harus Siapkan Peti Mati Antisipasi Covid

“Waktu itu sudah saya sampaikan ke warga, jika mereka tidak berani melaporkan kejadian, maka saya pribadi dan lembaga KPPAD sendiri siap untuk memberikan laporan.” pungkas dia. (Julina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here