Sosialisasi Keamanan Pertamina Integrated Terminal Tanjunguban, Warga Wajib Ketahui Hal Penting Ini!

Joko Waskito, Superintendent HSSE & Support PET-Integrated Terminal Tanjunguban saat memberikan sosialisasi keamanan dan kondisi darurat kepada warga, Jumat (27/10/2023) foto oleh Aan
banner 120x600
banner 468x60

BINTAN – PT Pertamina Energy Terminal (PET)-Integrated Terminal Tanjunguban melakukan sosialisasi keadaan darurat kepada sejumlah warga yang bertempat tinggal di wilayah ring 1 di sekitar tangki-tangki milik Pertamina.

Sosialisasi yang dilaksanakan di Gedung Sasanaria Komplek PET Tanjunguban pada Jumat (27/10/23) pagi itu diikuti puluhan masyarakat, RT/RW, lembaga kelurahan serta pimpinan PET-Integrated Terminal Tanjunguban.

banner 325x300

Dalam kesempatan tersebut, Yohannes Mulatua Sianturi, Integrated Terminal Manager Tanjunguban mengingatkan kepada masyarakat pentingnya menjaga wilayah Pertamina Tanjunguban, yang merupakan objek vital nasional dan menopang kepentingan bahan bakar untuk wilayah Sumatera Bagian Utara dan Kalimantan Barat serta Kepri.

Dalam acara tersebut juga hadir narasumber dari pihak Pertamina, Pemkab Bintan melalui UPTD Damkar Kecamatan Bintan Utara serta pihak Kepolisian Sektor Bintan Utara.

Syamsul, narasumber dari UPTD Damkar Bintan Utara saat menyampaikan informasi seputar kebakaran dan bencana lainnya, Jumat (27/10/2023) foto oleh Aan

Joko Waskito, Superintendent HSSE & Support PET-Integrated Terminal Tanjunguban menerangkan kepada warga Tanjunguban, bahwa terminal Tanjunguban ini bukan hanya memenuhi kebutuhan energi untuk Tanjunguban, namun untuk sebagian besar wilayah Indonesia, terutama Sumatera Bagian Utara dan juga Kalimantan Barat.

Ia menyampaikan, jika PET-Integrated Terminal Tanjunguban mengalami keadaan darurat atau bencana, maka dapat menggangu pasokan energi untuk masyarakat luas.

“Jika lokasi kami ini mengalami keadaan darurat, maka ada tiga rangkaian langkah yang akan kami lakukan. Pertama evakuasi warga, kedua blokir wilayah dan kemudian ketiga melakukan identifikasi dampak dan korban bencana,” jelasnya.

Ia menegaskan, kepada warga yang bertempat tinggal di ring 1 wilayah terminal pertamina, dapat memahami beberapa kondisi evakuasi jika terjadi keadaan darurat. Jika terjadi keadaan darurat dan sirine berbunyi kencang, maka warga yang berada di ring 1 harus segera menjauh dari lokasi untuk mencari tempat yang aman.

“Jangan dalam kondisi darurat, warga malah mendekat ke area kami. Akan sangat berbahaya dan akan berpotensi terjadi korban. Keberadaan warga juga akan dapat menghambat proses penanganan bencana,” terangnya.

Ia mengatakan juga, bagi warga yang memiliki aktivitas di sekitar Integrated Terminal Tanjunguban, dapat mematuhi standar keamanan dan tidak memicu terjadinya kebakaran.

“Misalnya seperti nelayan yang melintas atau memancing di sekitar jetty atau dermaga, agar tidak melintas di bawahnya. Kemudian juga jarak lintasan harus 100 atau 200 meter dari ujung dermaga. Hal ini untuk menghindari potensi kebakaran jika terjadi kebocoran atau tumpahan minyak, karena terkadang knalpot mesin pompong mengeluarkan potensi percikan api dan juga api dari rokok,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan kepada warga dan nelayan, untuk tidak merokok saat berada di sekitar dermaga atau wilayah tangki. Hal ini agar tidak memicu kebakaran.

“Ada juga orang yang mengatakan bahwa api di cerobong terminal kami lebih besar daripada asap rokok. Kami jelaskan jika cerobong api yang dibuat itu untuk melenyapkan gas buang. Jika tidak dinyalakan api, gerak gas propane dan butane akan bergerak merambat ke semua wilayah, jika tersambar api rokok misalnya, maka akan terbakar,” ucapnya.

Selain kondisi darurat kebakaran dan tumpahan minyak, Joko juga mengingatkan potensi gangguan keamanan dari aksi huru hara atau demonstrasi di wilayah Integrated Terminal Tanjunguban. Menurutnya, aksi tersebut sebaiknya dihindarkan, ini karena wilayah tersebut masuk dalam objek vital nasional.

“Jika ada masalah atau aspirasi, sebaiknya disampaikan dan dirundingkan secara bersama dengan semua pihak, ini akan menjaga keamanan dan kenyamanan bersama di wilayah ini. Kami juga tentunya akan terbuka untuk itu,” pesannya.

Selain itu, Joko juga berpesan lagi kepada warga yang hadir dapat menjadi pelopor dan pemberi informasi kepada masyarakat luas di Tanjunguban tentang kondisi keamanan Integrated Terminal Tanjunguban. Sehingga menjaga keselamatan aset bangsa Indenesia ini akan tetap terjaga.

Foto bersama warga ring 1 Pertamina Energy Terminal (PET)-Integrated Terminal Tanjunguban usai kegiatan sosialisasi keadaan darurat area ring 1, Jumat (27/10/2023) foto oleh Aan

Sementara itu, Syamsul, Tim Damkar UPTD Bintan Utara memberikan pengetahuan tentang penanganan kebakaran jika terjadi, termasuk juga di wilayah Integrated Terminal Tanjunguban.

Ia menekankan kepada warga untuk tidak memicu potensi kebakaran dan segera melaporkan jika mengetahui adanya kebakaran atau keadaan darurat lainnya.

“tentunya selain teknis soal penanganan keadaan darurat, kami juga mengimbau agar warga cepat melaporkan jika ada peristiwa bencana atau evakuasi, sehingga penanganan bencana akan cepat tertangani. Ia juga berpesan kepada siapa saja agar tidak ragu untuk meminta pertolongan tim damkar jika diperlukan,” pesannya.

Narsumber lainnya Aipda Amrizal, Babhinkamtibnas Kelurahan Tanjunguban Kota juga menyampaikan warga yang berada di wilayah sekitar ring 1 Integrated Terminal Tanjunguban dapat bersama mengetahui mitigasi bencana. Ia juga berpesan soal kepatuhan keamanan dan menaati aturan-aturan yang ada.

“Kami juga berharap masyarakat yang berada di ring 1 ini dapat menempatkan dokumen-dokumen penting yang tertata, sehingga saat kondisi darurat dokumen-dokumen penting dapat disimpan ditempat yang aman,” pesannya.(Aan)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *