Beranda Info Jaringan 3G dan 4G, Apa Sih Bedanya?

Jaringan 3G dan 4G, Apa Sih Bedanya?

37
0
jaringan-3g
Jaringan 3G sebenarnya lahir melalui perjalanan panjang. Setelah 3G kini lahir 4G Lite.

Jaringan 3G dan 4G, apa sih bedanya? Pertanyaan ini mungkin tak pernah terpikir dalam benak Anda. Karena sebagai user yang penting bisa nelepon, internetan dan membaca berita serta mengupdate media sosial.

Bagi masyarakat Kabupaten Anambas, jaringan telekomunikasi adalah sesuatu yang mahal. Kini sudah mendingan karena pemerintah telah mengupayakan agar sinyal diterima dengan baik di wilayah terluar Indonesia ini.

Meski belum sepenuhnya bisa dirasakan secara maksimal oleh pengguna, namun jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Bahkan kabarnya ada kegembiraan yang dirasakan masyarakat setiap kali ada pejabat dari Jakarta yang berkunjung ke Anambas.

Karena itu berarti tiba-tiba jaringan telekomunikasi lancar. Namun ketika pejabat meninggalkan Anambas, jaringan pun kembali melemah.

Keinginan mendapatkan jaringan 3G atau yang lebih tinggi menjadi harapan masyarakat. Nah, pernahkah terbersit pertanyaan sebenarnya jaringan 3G atau 4G itu seperti apa.

Jaringan 3G Bukan Satu-satunya

Diakui atau tidak, kita kebanyakan mengenal telekomunikasi selular hanya berdasarkan nama perusahaan dan merek sim card yang terjual.

Misalnya Telkomsel dengan Kartu Hallo, As, Simpati. Indosat dengan IM3, Mentari, XL Axiata memiliki Axis dan sebagainya.

Padahal jaringan komunikasi itu lahir secara bertahap. Mulai dari generasi pertama, sampai nanti akan ada generasi ke-5 (5G).

Perjalanan panjang jaringan komunikasi itu tak banyak diketahui masyarakat. Yang paling mereka paham adalah jaringan 3G dan 4G.

Padahal, tak hanya 2G, 3G dan 4G. Ada generasi pertama, ada juga 2,5G dan 2,75G, lalu 3,5G dan 3,75G.

Baca Juga:  Ini yang Dibisikkan Gaethje Saat Merangkul Khabib yang Menangis

Kenali Yuk Jaringan 2G, 3G dan 4G

Menyesuaikan kehadiran tiap generasi, ada juga perbedaan yang menjadi karakter dari ketiga generasi di atas. Pada dua generasi terakhir, yakni jaringan 3G dan 4G, perbedaan mencolok ada di performa dan kecepatan data.

Biar lebih memahami, ada baiknya Anda baca secara cermat tulisan di bawah ini. Perlu digarisbawahi, yang akan diulas di sini lebih banyak produk Telkomsel.

Jaringan 2G

Telkomsel yang muncul pada 1995 menjadi bukti semakin berkembangnya industri selular di Indonesia. Telkomsel pun memantapkan diri sebagai operator GSM nasional.

Kala itu, jaringan yang digunakan masih generasi ke-2, sehingga fitur yang bisa dilakukan menerima dan melakukan telepon serta menerima dan mengirimkan SMS.

GSM 2G sejatinya dibuat untuk manusia pertama kali pada 1991 di Finlandia. Bagi yang belum tahu, Finlandia adalah negata tempat lahirnya ponsel merek Nokia.

Tidak mengherankan jika kemudian Nokia menjadi ponsel sejuta umat sejak itu. Di Indonesia, Nokia pada zaman itu adalah ponsel wajib yang sepertinya harus dimiliki.

Kemudian jaringan generasi kedua membawa telepon selular dari analog ke komunikasi digital tahap awal. Hal ini ditandai dengan hanya ada telepon dan enkripsi teks.

Memang ada layanan data, namun bisa dikatakan hanya sebatas pesan gambar atau MMS. MMS pun tak bisa langsung diterima. Butuh waktu yang cukup lama.

Maksimal kecepatan yang ditawarkan oleh 2G adalah 50 kilobyte per second. Jaringan 2G mengandalkan Global Packet Radio Services (GPRS). Data rates bisa dinaikkan dengan EDGE sampai 1 Mbps.

Baca Juga:  Produsen Mobil Listrik Tesla Mau Bikin Pabrik di Jateng

Jaringan 3G

Ketika jaringan 2G dianggap sudah ketinggalan zaman, tak mampu lagi mengakomodir kebutuhan yang lebih tinggi, lahirlah penerusnya.

Jaringan 3G muncul di tahun 2003. Ia langsung menjadi harapan para penikmat video call. Meski tak terlalu sukses menggandeng banyak pengguna telepon selular, namun harus diakui teknologi ini mengenalkan kepada masyarakat soal video call dan live streaming.

Telkomsel mengejar teknologi 3G dengan menjadi operator pertama yang menggelar layanan EDGE (Enhanced Data Rates for GSM Evolution). Teknologi ini diperkenalkan di Indonesia pada 2004.

Keunggulan serta kecanggihan EDGE, mampu mentransfer data sampai 126 kbps. Bahkan bisa sampai 473,8 kbps. Atas keunggulannya itu menjadikannya teknologi transmisi data tercepat di Indonesia kala itu.

Berikutnya pada bulan Mei 2005, operator milik pemerintah ini berhasil menguji coba 3G di Jakarta. Keberhasilan ini lalu disusul dua operator lainnya.

Hingga pada akhirnya di penghujung tahun, Telkomsel menjadikan layanan 3G sebagai layanan komersial. Jaringan ini membuat penggunanya merasa lebih nyaman bervideo calling serta merambah internet di ponsel.

Tetapi tahukah Anda jika 3G di dunia sejatinya mulai diperkenalkan pada 1998. Pasti ada yang masih ingat muncul istilah mobile broadband.

Kecepatan maksimal ang ditawarkan 3G digadang mencapai 2 Mbps saat dalam posisi diam. Sementara saat bergerak mencapai 384 Kbps.

Baca Juga:  Ini yang Dibisikkan Gaethje Saat Merangkul Khabib yang Menangis

Jaringan 4G LTE

Untuk jaringan selular generasi ke-4, awalnya dinikmati pengguna seluler di Indonesia pada tahun 2008.

Caranya dengan mengembangkan WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access). Di tengah perjalanan, teknologi LTE yang setara WiMAX lebih populer.

Tak ayal, Telkomsel pun menjadi operator pertama dalam komersialisasi teknologi 4G LTE ini.

Jaringan 4G semakin berperan meningkatkan performa layanan mobile internet yang diperkenalkan saat era 3G. Dan para gamer pun mulai merasakan nikmatnya bermain di layar ponsel.

Selain game, termasuk di sini adalah HD TV, Video Conference, 3D TV. Smartphone pun tak ubahnya laptop atau komputer dekstop, karena mampu mengakses internet dengan super cepat.

Banyak pekerjaan bisa diselesaikan dengan adanya layanan 4G. Pasalnya, kecepatan maksimum layanan di jaringan 4G bisa mencapai 100 Mbps.

Inilah yang sekarang dinikmati para pengguna. Yang memiliki toko online begitu produknya diluncurkan langsung bisa dibuka oleh semua orang di dunia.

Yang menulis konten bagus di blog langsung bisa dikomentari.

Bisa dikatakan dari belanja hingga menerima barang di rumah, bisa dilakukan lewat smarphone. Jualan sekian jam, bisa meraup omzet yang cukup banyak.

Startup pun berkembang sangat cepat. Ada Bukalapak, Shopee, Tokopedia dan aplikasi lokal lain terus bermunculan.

Nah, itulah perjalanan panjang jaringan komunikasi yang ada di Indonesia juga dunia. Setelah Jaringan 3G dan 4G Lite, kita tunggu kelahiran teknolgi terbarunya. Kira-kira seperti apa ya? ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here