Beranda Headline Belajar dan Berkerja, Itu Luar Biasa

Belajar dan Berkerja, Itu Luar Biasa

491
0

“Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China’ istilah ini sudah sering terdengar untuk memotivasi diri agar terus belajar hingga ke negeri China.

Pepatahb orang tua ini yang terus di pegang Jefri Kurniawan, pemuda tampan asal Kota Tanjung Pinang sungguh luar biasa, dengan tekad yang kuat untuk belajar dan terus belajar.

Pria yang akrab dipanggil Jefri atau Afi ini terlahir dari keluarga yang sederhana, Putra ketiga dari Ferla Hadres dan Leni Setiawati menghabiskan masa kecil di Kota kelahirannya Kota Tanjungpinang.

Jefri kecil sejak dini meraih prestasi yang luar biasa disekolah. Pada saat ditemui oleh ignnews.id Jefri sedikit membagikan ceritanya selama sekolah.

“Dulu saya sekolah dari SD sampai dengan SMA itu di Tanjung Pinang, pencapaian saya itu dimulai dari SMP hingga SMA, selain mendapatkan juara kelas, saya juga pernah mendapatkan Juara 1 Lomba Kreasi Daur Ulang Gonggong untuk se-kota Tanjung Pinang, Juara 3 Festival Lomba Seni Siswa Nasional se-Kota TanjungPinang, dan Juara harapan 3 Lomba kreasi daur ulang se-kota tanjung pinang tingkat umum”sampainya dengan senyum menawan.

Baca Juga:  Daerah Green Zone Dan Suatu Optimisme New Normal

Dengan aura ketampanan yang kuat, pria melanjutkan cerita saat menginjak usia remaja Jefri mengalami masalah keluarga yang membuatnya harus berjuang untuk meneruskan pendidikan.

Pada saat itu Jefri tahu perekonomian keluarga sedang menurun, namun ia tidak mau membebankan orang tuanya untuk pendidikan dan terus berusaha untuk mendapatkan beasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Batam.

“Dengan bermodalkan niat dan tekad saya mendaftarkan diri di Universitas Internasional Batam, untuk uang pengisian formulir waktu itu pun saya harus meminjam dengan tetangga, karna saya tahu, perekonomian keluarga saya sedang tidak baik, tapi alhamdullilah, saya diterima dan mendapatkan beasiswa disana”tuturnya sambil merenung.

Kejadian haru ini menjadi memori perjuangannya untuk meraih mimpi yang menjadi sempurna. Tidak sampai disitu saja, dengan tekad yang kuat, pria dengan senyum manisnya terus melanjutkan perjuangannya.

Baca Juga:  Anambas Segera Sambut New Normal
Jefri Kurniawan

Bahkan demi mempertahankan beasiswa insan mandiri yang diberikan kampus, ia harus bekerja selama 3 tahun untuk mendapatkan biaya kuliah secara gratis serta harus mempertahankan IPK agar tidak jatuh dari angka 3,00.

“Awalnya sulit untuk menyesuaikan, antara kerja dan pendidikan, sampai saya diberikan peringatan dari kampus bahwasannya beasiswa saya akan dicabut jika IPK saya dibawah 3,00” ungkapnya lirih.

Dibawah balutan thesirt dan jeans casual, kembali pria dengan aura ketampanan yang sangat kental terasa, menjadi kuat setegar batu karang untuk berusaha dan terus berusaha untuk menyeimbangkan antara bekerja dan belajar. Selama bekerja mencuri waktu untuk belajar. Dan hal ini pun membuahkan hasil yang baik, beasiswa insan mandiri batal dicabut.

Selain mendapatkan beasiswa insan mandiri dari kampus, pria dengan body khas laki-laki juga mendapatkan beasiswa bidikmisi dari pemerintah melalui kampus. Beasiswa ini juga menjadi tabungan pendidikan baginya.

Baca Juga:  AWE Janji Nelayan Bintan Terlindungi Asuransi

Selama kuliah pada jurusan ilmu hukum ia juga aktif mengikuti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dari kampus yaitu UKM Teater Warna dan COLSA (Comparative of Law Student Associate) dari HMPS ilmu hukum. Pada organisasi COLSA ia menjabat sebagai kepala divisi pengembangan mahasiswa.

Dari hal ini pun menjadi sebuah alasan, jangan jadikan alasan kuliah sambil bekerja dapat mempengaruhi nilai dan aktifitas kampus.

“Saya sangat menghargai orang-orang yang kuliah sambil bekerja, karena hal ini tidak mudah, karena menyeimbangkan antara kerja dan kuliah sangat susah, hanya orang-orang hebatlah yang mampu menjalani keduanya”urainya

Pada masa akhir kuliah pun, ia mengaku masih tetap aktif. Disaat semua mahasiswa sibuk dengan tugas akhir, namun ia bersama 2 orang temannya mengikuti Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional yang diselenggarakan di Universitas Atmajaya, Yogyakarta. Lomba tersebut diikuti oleh beberapa kampus ternama di Indonesia. Ia bersama teman-temanya mampu mengalahkan Universitas Gajah Mada.(Thalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here