Beranda Daerah Mesin PLTD Letung Rusak Warga Gerah

Mesin PLTD Letung Rusak Warga Gerah

271
0
Suasana PLTD Letung malam hari. Saat ini terjadi kerusakan mesin PLTD sehingga masyarakat mengalami pemadaman bergilir. (foto Ignnews.id)

Ignnews.id,Jemaja – Mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) menjadi peralatan yang sangat penting bagi masyarakat Kepulauan Jemaja, Anambas.

Bekat mesin PLTD itulah selama ini masyarakat bisa menikmati aliran listrik. Namun kini warga merasa gerah dan kepanasan serta tak bisa beraktivitas yang membutuhkan listrik.

Pasalnya dua init mesin yang ada di Letung mengalami kerusakan atau gangguan.

“Kami panas ketika listrik tidak nyala. Cuaca panas ditambah lagi listrik yang padam. Infonya mesin ada yang rusak,” ungkap Nuri, warga Desa Kuala Maras Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA), Minggu (18/10/2020).

Mesin PLTD Rusak

Apa yang disampaikan Nuri rupanya benar adanya. Hal ini ioperkuat dengan penjelasan Kepala ULP PLN Letung , Ridwan Kurniawan.

Disampaikannya bahwa mesin unit 2 PLTD SUP ULP Letung mengalami gangguan/kerusakan. Kerusakan tersebut  menyebabkan daya mampu PLTD Letung menjadi defisit.

Lantaran hal tersebut, untuk sementara waktu akan dilakukan pemadaman bergilir dengan jadwal sebagai berikut.

“Jadwal pemadaman bergilir dimulai dari jam 18.00-20.30 sampai 20.30-23.00 tgl 18.10 15.14 pemadaman bergilir Jemaja dan Jemaja Timur,” ucapnya.

Namun demikian jadwal sewaktu – waktu dapat berubah melihat situasi dan kondisi mesin PLTD SUP ULP Letung.

Pihaknya pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang diakibatkan karena pemadaman dan semoga kebijakan tersebut dimaklumi.

“Kepada seluruh pelanggan PLN Jemaja Dan Jemaja timur sehubung dengan terjadi nya kerusakan AVR (automotic voltage regulator) pada salah satu unit mesin PLTD PLN Letung. Oleh karena itu sementara kita lakukan pemadaman bergilir di Jemaja dan Jemaja Timur,” jelas dia.

Baca Juga:  Akibat Covid-19 Puluhan Proyek Alami Refocusing

Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Diesel

Mesin PLTD digunakan untuk menghasilkan listrik bertenaga diesel. Tetapi mungkin Anda membutuhkan penjelasan bagaimana prinsip kerja mesin tersebut.

Pertama-tama bahan bakar di dalam tangki penyimpanan disaring terlebih dahulu sebelum dipompakan ke dalam tangki penyimpanan sementara yang kemudian akan disimpan.

Jika menggunakan bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar tersebut dipompakan ke nozzle (pengabut).

Pada tahapan ini temperatur bahan bakar akan dinaikkan sehingga berubah menjadi kabut.

Sedangkan jika menggunakan bahan bakar gas (BBG), bahan bakar dari tangki penyimpanan sementara akan diatur tekanannya melalui convertion kit (pengatur tekanan gas).

Dengan kompresor, udara bersih akan dimasukkan ke dalam tangki udara kemudian dialirkan ke dalam turbocharger.

Sebelum dialirkan, udara di dalam turbo charger tersebut akan dinaikkan tekanan dan temperaturnya mencapai 500 psi dan suhunya 600° C .

Kemudian udara yang bertemperatur dan bertekanan tinggi tersebut akan dialirkan ke dalam ruang bakar (combustion chamber).

Selanjutnya bahan bakar dari nozzle (jika menggunakan BBM) atau dari convertion kit (jika menggunakan (BBG) diinjeksikan ke dalam ruang bakar (combustion chamber).

Baca Juga:  Anambas Targetkan Pengsuplai Beras Untuk Kepri

Karena menggunakan udara yang memiliki tekanan dan temperatur tinggi, mesin diesel akan menyala secara otomatis.

Hal ini terjadi karena udara dengan tekanan dan temperatur tinggi tadi akan membuat temperatur di dalam silinder ikut naik.

Dan pada saat itu bahan bakar akan disemprotkan pada silinder sehingga dapat menimbulkan ledakan bahan bakar dan membuat mesin diesel menyala.

Ledakan bahan bakar tersebut dapat menggerakkan poros rotor generator yang akan mengubah energi mekanis menjadi energi listrik. Agar energi listrik yang telah dihasilkan sampai ke beban, tegangan yang dihasilkan generator tadi akan dinaikkan tegangannya menggunakan trafo step up.

Begitulah prionsip kerja mesin PLTD yang ada di Letung juga beberapa kabupaten lain di wilayah Provinsi Kepri.

Manfaat dan Kekurangan Mesin PLTD

Mesin PLTD sebagai sumber listrik memiliki manfaat atau kelebihan sekaligus kekurangan.

Manfaatnya bisa disebutkan sebagai berikut:

  • Pusat pembangkit atau power plan.
  • Sebagai cadangan atau stand by plant.
  • Beban puncak.
  • Untuk cadangan energi dalam kondisi yang darurat.

Sementara kekurangannya sebagai berikut:

  • Kapasitas PLTD kecil.
  • Biaya pelumas yang tinggi.
  • Tidak bisa dibebani dalam waktu yang panjang karena bisa terjadi overload.
  • Tidak cocok untuk base load
  • Harga bahan bakar yaitu solar yang mahal.

Mesin PLTD Rusak Bukan Pertama

Sebelumnya, akhir Mei 2020 lalu Sub Rayon Pembangkit Listrik Negara (PLN) Letung Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan perbaikan jaringan arus listrik di wilayah dua kecamatan.

Baca Juga:  KPU Gelar Sosialisasi Tahapan Pencalonan Kepala Daerah

Saat itu Kepala Sub Rayon PLN Letung, Ridwan mengatakan, telah terjadi pemadaman arus listrik untuk dua wilayah kecamatan yakni Kecamatan Jemaja dan Kecamatan Jemaja Timur.

Akibat pemadaman tersebut adanya perbaikan jaringan arus listrik yang mengalami gangguan dari sejumlah pohon sepanjang jalan.

“Saat ini tim dari PLN masih bekerja secara maksimal, maka kami melakukan pemadaman secara total. Kami meminta maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan dalam pelayanan ini,” ungkap Ridwan kepada IGNNEWS.ID, Minggu (31/5/2020)

Selanjutnya pada pertangahan Agustus tahun ini Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Anambas kembali pun melakukan pemadaman bergilir.

Kala itu, surat pemberitahuan bernomor 60r/DlS.01.01/ULPANB/2020 ditujukan kepada pengguna PLN jiak telah terjadi kerusakan mesin di PLTD Pasir Manang yang mengakibatkan hanya 3 mesin PLTD yang bisa dioperasikan.

Hendrico Manager ULP PLN Anambas mengatakan 3 mesin yang ada tidak sanggup untuk menerangi Pulau Tarempa. Untuk mencegah pemadaman total maka diambil jalan keluar pemadaman bergilir.

“Semoga segera bisa beroperasi kembali, sehingga wacana pemadaman bisa tidak terjadi. Kami juga tidak ingin hal ini terjadi, sama halnya kami dengan masyarakat yang juga ingin tidur nyenyak dan tidak memikirkan kerusaka,” terang Henrico waktu itu. (Fendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here